Islam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Islam (
Arab:
al-islām, الإسلام
dengarkan: "berserah diri kepada
Tuhan") adalah
agama yang mengimani
satu Tuhan, yaitu
Allah.
Agama ini termasuk
agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan
agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat
milyar orang pengikut di seluruh dunia
[1][2], menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.
[3] Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada
Tuhan (
Arab:
الله, Allāh).
[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan
Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"
[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa
Allah menurunkan
firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan
rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa
Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh
Allah.
Aspek kebahasaan
Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar
triliteral s-l-m, dan didapat dari tatabahasa
bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk." Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari
politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari
al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam..."
[7] Ayat lain menghubungkan
Islām dan
dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai "agama"): "...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."
[8] Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.
[9]
Secara
etimologis kata Islam diturunkan dari
akar kata yang sama dengan kata
salām yang berarti “damai”. Kata 'Muslim' (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata
Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah" dalam
bahasa Indonesia.
Kepercayaan
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah
shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "
Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau
mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah
mewahyukan al-Qur'an kepada Muhammad sebagai
Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa
al-Qur'an dan
Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.
[10] Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari
Ibrahim,
Musa,
Isa, dan
nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai
Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama
Yahudi dan
Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.
[11]
Umat Islam juga meyakini
al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada
Muhammad. melalui perantara
Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (
Al-Baqarah [2]:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan
al-Qur'an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam
al-Qur'an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur'an (
Zabur,
Taurat,
Injil, dan suhuf atau lembaran Ibrahim) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya
[12]. Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur'an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur'an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Profil Muslim di Indonesia
Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama
tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang
muslim.
[13][14] Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama
Yahudi dan
Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai
Ahli Kitab atau
Ahlul Kitab.
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar,
Sunni (85%) dan
Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang
Timur Tengah, juga di sebagian besar
Afrika dan
Asia. Komunitas besar juga ditemui di
Cina,
Semenanjung Balkan di
Eropa Timur dan
Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas
imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti
Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di
negara-negara Arab,
[15] 30% di
subbenua India dan 15.6% di
Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.
[16]
Lima Rukun Islam
Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya digalakkan untuk memegang
Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas.
[17] Tambahan dari Lima Rukun,
hukum Islam (
syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan. Tradisi ini meliputi segalanya dari hal praktikal seperti kehalalan,
perbankan,
jihad dan
zakat.
[18]
Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:
- Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Allah.
- Mendirikan shalat wajib lima kali sehari.
- Berpuasa pada bulan Ramadhan.
- Membayar zakat.
- Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.
Enam Rukun Iman
Muslim juga mempercayai
Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat Allah
- Iman kepada kitab-kitab Allah (Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur, suhuf Ibrahim)
- Iman kepada nabi dan rasul Allah
- Iman kepada hari kiamat
- Iman kepada qada dan qadar
Doktrin Islam
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar,
Sunni (85%) dan
Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang
Timur Tengah, juga di sebahagian besar
Afrika dan
Asia. Komunitas besar juga ditemui di
Cina,
Semenanjung Balkan di
Eropa Timur dan
Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti
Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di
negara-negara Arab,
[19] 30% di
subbenua India dan 15.6% di
Indonesia, adalah negara Muslim terbesar berdasarkan populasinya.
[20]
Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah
Indonesia,
Arab Saudi, dan
Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi'ah adalah
Iran dan
Irak. Doktrin antara Sunni dan Syi'ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan
Ahlul Bait (keluarga keturunan Muhammad). Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi'ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.
Allah

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Allah dan
TauhidKonsep Islam teologikal fundamental ialah
tauhid-kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan. Istilah Arab untuk Tuhan ialah
Allāh; kebanyakan ilmuwan
[rujukan?] percaya kata Allah didapat dari penyingkatan dari kata
al- (si) dan
ʾilāh ' (dewa, bentuk maskulin), bermaksud "Tuhan" (
al-ilāh '), tetapi yang lain menjejakkan asal usulnya dari Arami
Alāhā.
[21] Kata Allah juga adalah kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari
ho theos dari
Perjanjian Baru dan
Septuaginta. Yang pertama dari Lima Rukun Islam,
tauhid dituangkan dalam
syahadat (pengakuan), yaitu bersaksi:
| “ | لا إله إلا الله محمد رسول الله
Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah
| ” |
Konsep tauhid ini dituangkan dengan jelas dan sederhana pada
Surah Al-Ikhlas yang terjemahannya adalah:
- Katakanlah: "Dia-lah Allah (Tuhan), Yang Maha Esa,
- Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
- Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
- dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Nama "Allah" tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam al-Qur'an dikatakan:
- "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat". (Asy-Syu'ara' [42]:11)
Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui al-Quran :
- "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku". (Ta Ha [20]:14)
Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran
Kristen menyangkut paham
Trinitas dimana hal ini dianggap
Politeisme.
Mengutip al-Qur'an,
An-Nisa' [4]:71:
- "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :"Tuhan itu tiga", berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara".
Dalam Islam, visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dapat dibenarkan, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (
Asy-Syu'ara' [42]:11). Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama/gelar/julukan Tuhan (
asma'ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada
al-Qur'an.
Al-Qur'an

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Al Qur'an Al-Qur'an adalah kitab suci ummat
Islam yang diwahyukan
Allah kepada
Muhammad melalui perantaraan
Malaikat Jibril. Secara harfiah Qur'an berarti bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, ummat Islam merujuk Al-Qur'an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di dalamnya, bukan pada bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an disampaikan kepada
Muhammad melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau
632 M. Walau Al-Qur'an lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian menghapalkan dan menulis isi Al Qur'an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati bahwa versi Al-Qur'an yang ada saat ini, pertama kali dikompilasi pada masa
kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 M.
Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.
[22]
Al-Qur'an memiliki 114 surah , dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung).
[23] Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al-Qur'an, mereka yang menghafal keseluruhan Al-Qur'an dikenal sebagai
hafiz (jamak:huffaz). Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al-Qur'an diseluruh dunia. Di
Indonesia ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an yaitu lomba membaca Al-Qur'an dengan tartil atau baik dan benar. Yang membacakan disebut Qari (pria) atau Qariah (wanita).
Muslim juga percaya bahwa Al-Qur'an hanya
berbahasa Arab. Hasil terjemahan dari Al-Qur'an ke berbagai bahasa tidak merupakan Al-Qur'an itu sendiri. Oleh karena itu terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar terhadap Al-Qur'an ataupun hasil usaha mencari makna Al-Qur'an, tetapi bukan Al-Qur'an itu sendiri.
Nabi Muhammad
Muhammad (
570-
632) adalah
nabi terakhir dalam ajaran Islam dimana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang
muslim (lihat
syahadat). Dalam Islam Muhammad tidak diposisikan sebagai seorang pembawa ajaran baru, melainkan merupakan penutup dari rangkaian nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya.
Terlepas dari tingginya statusnya sebagai seorang Nabi, Muhammad dalam pandangan Islam adalah seorang manusia biasa. Namun setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupannya dipercayai merupakan bentuk ideal dari seorang muslim. Oleh karena itu dalam Islam dikenal istilah
hadits yakni kumpulan perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan Muhammad. Hadits adalah teks utama (sumber hukum) kedua Islam setelah
Al Qur'an.
Sejarah
Masa sebelum kedatangan Islam
Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam
Jalan Sutera yang menjadikan satu antara
Indo Eropa dengan kawasan
Asia di timur. Kebanyakan orang
Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama
Kristen dan
Yahudi.
Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga
Zamzam, dan yang terpenting adalah
Ka'bah. Masyarakat ini disebut pula
Jahiliyah atau dalam artian lain bodoh. Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran moral. Warga
Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi. Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.
Masa awal
Negara-negara dengan populasi Muslim mencapai 10% (hijau dengan dominan sunni, merah dengan dominan syi'ah) (Sumber -
CIA World Factbook, 2004).
Islam bermula pada tahun
611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira',
Arab Saudi.
Muhammad dilahirkan di
Mekkah pada tanggal
12 Rabiul Awal Tahun Gajah (571 masehi). Ia dilahirkan ditengah-tengah suku
Quraish pada zaman
jahiliyah, dalam kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah
berhala. Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya
Abdullah wafat ketika ia masih berada di dalam kandungan. Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya
Aminah meninggal dunia. Sepeninggalan ibunya, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya
Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh pamannya yaitu
Abu Talib. Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda bernama
Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.
Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat
Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya. Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, akhirnya ajaran Islam kemudian juga disampaikan secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.
Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke
Madinah. Peristiwa ini disebut
Hijrah, dan semenjak peristiwa itulah dasar permulaan perhitungan
kalender Islam. Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang
anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan
muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga semakin kuatlah umat Islam. Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan. Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.
Keunggulan diplomasi nabi Muhammad SAW pada saat
perjanjian Hudaibiyah, menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan. Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjadi pertumpahan darah. Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh
Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.
Khalifah Rasyidin
Khalifah Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin memilki arti pemimpin yang baik diawali dengan kepemimpinan
Abu Bakar, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan
Umar bin Khattab,
Utsman bin Affan dan
Ali bin Abu Thalib. Pada masa ini umat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi. Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan umat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad. Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke
Syam,
Mesir, dan
Irak. Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh umat Islam.
Masa kekhalifahan selanjutnya
Setelah periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berganti dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang juga disebut "khalifah", atau terkadang "amirul mukminin", "sultan", dan sebagainya. Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan umat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab:
bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan
kerajaan; misalnya kekhalifahan
Bani Umayyah,
Bani Abbasiyyah, hingga
Bani Utsmaniyyah.
Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam telah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu. Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab di berbagai wilayah dunia Islam telah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung. Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya pada
zaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.
Luasnya wilayah penyebaran agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk "kesultanan"; misalnya
Kesultanan Safawi,
Kesultanan Turki Seljuk,
Kesultanan Mughal,
Kesultanan Samudera Pasai dan
Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia. Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.
Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah
Eropa. Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas
Perang Dunia I. Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V. Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda
Turki yang di pimpin oleh
mustafa kemal pasha atau kemal attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.
Demografi
Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat
Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara
Arab, 20% di
Afrika, 20% di
Asia Tenggara, 30% di
Asia Selatan yakni
Pakistan,
India dan
Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di
Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di
Republik Rakyat Cina,
Amerika Serikat,
Eropa,
Asia Tengah, dan
Rusia.
Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia.
[1]. Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim
[2]. Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.
[3]
Tempat ibadah

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
MasjidRumah
ibadat umat
Muslim disebut
masjid atau mesjid. Ibadah yang biasa dilakukan di Masjid antara lain
shalat berjama'ah, ceramah agama, perayaan hari besar, diskusi agama, belajar
mengaji (membaca
Al-Qur'an) dan lain sebagainya.
Lihat pula
| Topik Islam |
| Akidah | Haji | Puasa | Syahadat | Shalat | Zakat | Tauhid |
| Tokoh Islam | Muhammad | Nabi-nabi | Ahlul Bait | Sahabat |
| Teks dan peraturan | Al Qur'an | Fiqih | Hadist | Kalam | Sirah | Syari'ah |
| Aliran | Sunni: Hanafi, Hambali, Maliki, Syafi'i | Syi'ah: Dua Belas Imam, Ismailiyah, Zaidiyah | Lain-lain: Ibadi, Khawarij, Murji'ah, Mu'taziliyah |
| Gerakan Islam | Hizbut Tahrir | Ikhwanul Muslimin | Sufisme | Wahhabi | Salafiyah |
| Negara Islam | di Afrika: Aljazair, Chad, Djibouti, Guinea, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Mesir, Nigeria, Sahara, Somalia, Senegal, Sudan, Tunisia | di Asia: Afganistan, Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Indonesia, Irak, Iran, Kirgizstan, Kuwait, Malaysia, Maladewa, Lebanon, Oman, Pakistan, Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Uni Emirat Arab | di Eropa: Albania, Bosnia-Herzegovina, Kosovo, Turki |
| Lainnya | Indeks artikel tentang Islam |
Catatan kaki
- ^ Islam Basics: About Islam and American Muslim, Council on American-Islamic Relations (CAIR), Copyright © 2007.
- ^ Religions & Ethics: Islam at a glance, BBC - homepage, © MMVII.
- ^ Major Religions of the World—Ranked by Number of Adherents. (HTML) Diakses pada 3 Juli 2007
- ^ USC-MSA Compendium of Muslim Texts
- ^ L. Gardet; J. Jomier "Islam". Encyclopaedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02.
- ^ Lane's lexicon. Diakses pada 3 Juli 2007
- ^ Al-Qur'an 6:125, Al-Qur'an 61:7, Al-Qur'an 39:22
- ^ Al-Qur'an 5:3, Al-Qur'an 3:19, Al-Qur'an 3:83
- ^ Lihat:
- ^ Lihat:
- ^ Lihat:
- Accad (2003): According to Ibn Taymiya, although only some Muslims accept the textual veracity of the entire Bible, most Muslims will grant the veracity of most of it.
- Esposito (1998), pp.6,12
- Esposito (2002b), pp.4–5
- F. E. Peters (2003), p.9
- F. Buhl; A. T. Welch "Muhammad". Encyclopedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02.
- Hava Lazarus-Yafeh "Tahrif". Encyclopedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02.
- ^ Lihat:
- ^ Lihat:
- ^ Surah Yunus 10:72 "...dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Muslim)."
- ^ Lihat:
- Esposito (2002b), p.21
- Esposito (2004), pp.2,43
- ^ Lihat Demografi Islam
- ^ Esposito (2002b), p.17
- ^ Lihat:
- Esposito (2002b), pp.111,112,118
- "Shari'ah". Encyclopaedia Britannica Online. Retrieved on 2007-05-02.
- ^ Lihat:
- Esposito (2002b), p.21
- Esposito (2004), pp.2,43
- ^ Lihat [[Demografi Islam|]]
- ^ Lihat:
- "Islam and Christianity", Encyclopedia of Christianity (2001): Arabic-speaking Christians and Jews also refer to God as Allāh.
- L. Gardet "Allah". Encyclopaedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02.
- ^ Al-Qaththan, Syaikh Manna' Khalil. Mahabits fi 'Ulum Al-Qur'an (Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an), Pustaka Al-Kautsar, 2006, Jakarta.
- ^ Nasr, Seyyed Hossein (2007). "Qur’an". Encyclopedia Britannica Online. Retrieved on 2007-11-4.
Daftar pustaka
Buku dan jurnal
- Accad, Martin (2003). "The Gospels in the Muslim Discourse of the Ninth to the Fourteenth Centuries: An Exegetical Inventorial Table (Part I)". Islam and Christian-Muslim Relations 14 (1). ISSN 0959-6410.
- Adil, Hajjah Amina; Shaykh Nazim Adil Al-Haqqani, Shaykh Muhammad Hisham Kabbani (2002). Muhammad: The Messenger of Islam. Islamic Supreme Council of America. ISBN 978-1-930409-11-8.
- Ahmed, Akbar (1999). Islam Today: A Short Introduction to the Muslim World, 2.00, I. B. Tauris. ISBN 978-1-86064-257-9.
- Brockopp, Jonathan E. (2003). Islamic Ethics of Life: abortion, war and euthanasia. University of South Carolina press. ISBN 1-57003-471-0.
- Cohen-Mor, Dalya (2001). A Matter of Fate: The Concept of Fate in the Arab World as Reflected in Modern Arabic Literature. Oxford University Press. ISBN 0-19-513398-6.
- Curtis, Patricia A. (2005). A Guide to Food Laws and Regulations. Blackwell Publishing Professional. ISBN 978-0-8138-1946-4.
- Eglash, Ron (1999). African Fractals: Modern Computing and Indigenous Design. Rutgers University Press. ISBN 0-8135-2614-0.
- Ernst, Carl (2004). Following Muhammad: Rethinking Islam in the Contemporary World. University of North Carolina Press. ISBN 0-8078-5577-4.
- Esposito, John; John Obert Voll (1996). Islam and Democracy. Oxford University Press. ISBN 0-19-510816-7.
- Esposito, John (1998). Islam: The Straight Path, 3rd, Oxford University Press. ISBN 978-0-19-511234-4.
- Esposito, John; Yvonne Yazbeck Haddad (2000a). Muslims on the Americanization Path?. Oxford University Press. ISBN 0-19-513526-1.
- Esposito, John (2000b). Oxford History of Islam. Oxford University Press. 978-0195107999.
- Esposito, John (2002a). Unholy War: Terror in the Name of Islam. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-516886-0.
- Esposito, John (2002b). What Everyone Needs to Know about Islam. Oxford University Press. ISBN 0-19-515713-3.
- Esposito, John (2003). The Oxford Dictionary of Islam. Oxford University Press. ISBN 0-19-512558-4.
- Esposito, John (2004). Islam: The Straight Path, 3rd Rev Upd, Oxford University Press. ISBN 978-0-19-518266-8.
- Farah, Caesar (1994). Islam: Beliefs and Observances, 5th, Barron's Educational Series. ISBN 978-0-8120-1853-0.
- Farah, Caesar (2003). Islam: Beliefs and Observances, 7th, Barron's Educational Series. ISBN 978-0-7641-2226-2.
- Firestone, Rueven (1999). Jihad: The Origin of Holy War in Islam. Oxford University Press. ISBN 0-19-512580-0.
- Friedmann, Yohanan (2003). Tolerance and Coercion in Islam: Interfaith Relations in the Muslim Tradition. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-02699-4.
- Ghamidi, Javed (2001). Mizan. Dar al-Ishraq. OCLC 52901690.
- Goldschmidt, Jr., Arthur; Lawrence Davidson (2005). A Concise History of the Middle East, 8th, Westview Press. ISBN 978-0-8133-4275-7.
- Griffith, Ruth Marie; Barbara Dianne Savage (2006). Women and Religion in the African Diaspora: Knowledge, Power, and Performance. Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-8370-9.
- Hawting, G. R. (2000). The First Dynasty of Islam: The Umayyad Caliphate AD 661–750. Routledge. ISBN 0-415-24073-5.
- Hedayetullah, Muhammad (2006). Dynamics of Islam: An Exposition. Trafford Publishing. ISBN 978-1-55369-842-5.
- Holt, P. M.; Bernard Lewis (1977a). Cambridge History of Islam, Vol. 1. Cambridge University Press. ISBN 0-521-29136-4.
- Holt, P. M.; Ann K. S. Lambton, Bernard Lewis (1977b). Cambridge History of Islam, Vol. 2. Cambridge University Press. ISBN 0-521-29137-2.
- Hourani, Albert (2003). A History of the Arab Peoples. Belknap Press; Revised edition. ISBN 978-0-674-01017-8.
- Humphreys, Stephen (2005). Between Memory and Desire. University of California Press. ISBN 0-520-24691-8.
- Kobeisy, Ahmed Nezar (2004). Counseling American Muslims: Understanding the Faith and Helping the People. Praeger Publishers. ISBN 978-0-313-32472-7.
- Koprulu, Mehmed Fuad; Leiser, Gary (1992). The Origins of the Ottoman Empire. SUNY Press. ISBN 0-7914-0819-1.
- Kramer, Martin (1987). Shi'Ism, Resistance, and Revolution. Westview Press. ISBN 978-0-8133-0453-3.
- Kugle, Scott Alan (2006). Rebel Between Spirit And Law: Ahmad Zarruq, Sainthood, And Authority in Islam. Indiana University Press. ISBN 0-253-34711-4.
- Lapidus, Ira (2002). A History of Islamic Societies, 2nd, Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-77933-3.
- Lewis, Bernard (1984). The Jews of Islam. Routledge & Kegan Paul. ISBN 0-7102-0462-0.
- Lewis, Bernard (1993). The Arabs in History. Oxford University Press. ISBN 0-19-285258-2.
- Lewis, Bernard (1997). The Middle East. Scribner. ISBN 978-0-684-83280-7.
- Lewis, Bernard (2001). Islam in History: Ideas, People, and Events in the Middle East, 2nd, Open Court. ISBN 978-0-8126-9518-2.
- Lewis, Bernard (2003). What Went Wrong?: The Clash Between Islam and Modernity in the Middle East, Reprint, Harper Perennial. ISBN 978-0-06-051605-5.
- Lewis, Bernard (2004). The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Random House, Inc., New York. ISBN 978-0-8129-6785-2.
- Madelung, Wilferd (1996). The Succession to Muhammad: A Study of the Early Caliphate. Cambridge University Press. ISBN 0-521-64696-0.
- Malik, Jamal; John R Hinnells, Inc NetLibrary (2006). Sufism in the West. Routledge. ISBN 0-415-27408-7.
- Menski, Werner F. (2006). Comparative Law in a Global Context: The Legal Systems of Asia and Africa. Cambridge University Press. ISBN 0-521-85859-3.
- Mohammad, Noor (1985). "The Doctrine of Jihad: An Introduction". Journal of Law and Religion 3 (2).
- Momen, Moojan (1987). An Introduction to Shi`i Islam: The History and Doctrines of Twelver Shi`ism. Yale University Press. ISBN 978-0-300-03531-5.
- Nasr, Seyed Muhammad (1994). Our Religions: The Seven World Religions Introduced by Preeminent Scholars from Each Tradition (Chapter 7). HarperCollins. ISBN 0-06-067700-7.
- Novak, David (February 1999). "The Mind of Maimonides". First Things.
- Parrinder, Geoffrey (1971). World Religions: From Ancient History to the Present. Hamlyn Publishing Group Limited. ISBN 0-87196-129-6.
- Patton, Walter M. (April 1900). "The Doctrine of Freedom in the Korân". The American Journal of Semitic Languages and Literatures 16 (3). ISBN 90-04-10314-7.
- Peters, F. E. (1991). "The Quest for Historical Muhammad". International Journal of Middle East Studies.
- Peters, F. E. (2003). Islam: A Guide for Jews and Christians. Princeton University Press. ISBN 0-691-11553-2.
- Peters, Rudolph (1977). Jihad in Medieval and Modern Islam. Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-04854-5.
- Ruthven, Malise (2005). Fundamentalism: The Search for Meaning. Oxford University Press. ISBN 0-19-280606-8.
- Sahas, Daniel J. (1997). John of Damascus on Islam: The Heresy of the Ishmaelites. Brill Academic Publishers. ISBN 978-90-04-03495-2.
- Sachedina, Abdulaziz (1998). The Just Ruler in Shi'ite Islam: The Comprehensive Authority of the Jurist in Imamite Jurisprudence. Oxford University Press US. ISBN 0-19-511915-0.
- Seibert, Robert F. (1994). "Review: Islam and the West: The Making of an Image (Norman Daniel)". Review of Religious Research 36 (1).
- Sells, Michael Anthony; Emran Qureshi (2003). The New Crusades: Constructing the Muslim Enemy. Columbia University Press. ISBN 0-231-12667-0.
- Smith, Jane I. (2006). The Islamic Understanding of Death and Resurrection. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-515649-2.
- Spencer, Robert (2005). The Myth of Islamic Tolerance: How Islamic Law Treats Non-Muslims. Prometheus Books. ISBN 978-1-59102-249-7.
- Stillman, Norman (1979). The Jews of Arab Lands: A History and Source Book. Philadelphia: Jewish Publication Society of America. ISBN 1-82760-198-1.
- Tabatabae, Sayyid Mohammad Hosayn; Seyyed Hossein Nasr (translator) (1979). Shi'ite Islam. Suny press. ISBN 0-87395-272-3.
- Tabatabae, Sayyid Mohammad Hosayn; R. Campbell (translator) (2002). Islamic teachings: An Overview and a Glance at the Life of the Holy Prophet of Islam. Green Gold. ISBN 0-922817-00-6.
- Teece, Geoff (2003). Religion in Focus: Islam. Franklin Watts Ltd. ISBN 978-0-7496-4796-4.
- Trimingham, John Spencer (1998). The Sufi Orders in Islam. Oxford University Press. ISBN 0-19-512058-2.
- Tritton, Arthur S. [1930] (1970). The Caliphs and their Non-Muslim Subjects: A Critical Study of the Covenant of Umar. London: Frank Cass Publisher. ISBN 0-7146-1996-5.
- Turner, Colin (2006). Islam: the Basics. Routledge (UK). ISBN 0-415-34106-X.
- Turner, Bryan S. (1998). Weber and Islam. Routledge (UK). ISBN 0-415-17458-9.
- Waines, David (2003). An Introduction to Islam. Cambridge University Press. ISBN 0-521-53906-4.
- Warraq, Ibn (2000). The Quest for Historical Muhammad. Prometheus. ISBN 978-1-57392-787-1.
- Warraq, Ibn (2003). Leaving Islam: Apostates Speak Out. Prometheus. ISBN 1-59102-068-9.
- Watt, W. Montgomery (1973). The Formative Period of Islamic Thought. University Press Edinburgh. ISBN 0-85-224254-X.
- Watt, W. Montgomery (1974). Muhammad: Prophet and Statesman, New, Oxford University Press. ISBN 0-19-881078-4.
- Weiss, Bernard G. (2002). Studies in Islamic Legal Theory. Boston: Brill Academic publishers. ISBN 90-04-12066-1.
- Williams, John Alden (1994). The Word of Islam. University of Texas Press. ISBN 0-292-79076-7.
- Williams, Mary E. (2000). The Middle East. Greenhaven Pr. ISBN 0-7377-0133-1.
Ensiklopedia
- Berkshire Encyclopedia of World History. (2005). Ed. William H. McNeill, Jerry H. Bentley, David Christian. Berkshire Publishing Group. ISBN 978-0-9743091-0-1.
- Catholic Encyclopedia. (1910). Ed. Gabriel Oussani.
- The Columbia Encyclopedia (6th). (2000). Ed. Paul Lagasse, Lora Goldman, Archie Hobson, Susan R. Norton. Gale Group. ISBN 978-1-59339-236-9.
- Encyclopaedia Britannica Online. Encyclopaedia Britannica, Inc..
- Encyclopedia of Christianity (1st). (2001). Ed. Erwin Fahlbusch, William Geoffrey Bromiley. Eerdmans Publishing Company, and Brill. ISBN 0-8028-2414-5.
- Encyclopedia of Christianity (1st). (2005). Ed. John Bowden. Oxford University Press. ISBN 0-19-522393-4.
- Encyclopedia of the Future. (1995). Ed. George Thomas Kurian, Graham T. T. Molitor. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-897205-3.
- Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers. ISSN 1573-3912.
- Encyclopedia of Islam and the Muslim World. (2003). Ed. Richard C. Martin, Said Amir Arjomand, Marcia Hermansen, Abdulkader Tayob, Rochelle Davis, John Obert Voll. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-865603-8.
- Encyclopaedia of the Qur'an Online. Ed. Jane Dammen McAuliffe. Brill Academic Publishers.
- Encyclopedia of Religion (2nd). (2005). Ed. Lindsay Jones. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-865733-2.
- Encyclopedia of Religious Rites, Rituals, and Festivals (1st). (2004). Ed. Salamone Frank. Routledge. ISBN 978-0-415-94180-8.
- The Encyclopedia of World History Online (6th). (2000). Ed. Peter N. Stearns. Bartleby.
- Medieval Islamic Civilization: An Encyclopedia. (2005). Ed. Josef W. Meri. Routledge. ISBN 0-415-96690-6.
- Merriam-Webster's Encyclopedia of World Religions. (1999). Ed. Wendy Doniger. Merriam-Webster. ISBN 0-87779-044-2.
- New Encyclopedia of Islam: A Revised Edition of the Concise Encyclopedia of Islam. (2003). Ed. Glasse Cyril. AltaMira Press. ISSN 978-0759101906.
- Routledge Encyclopedia of Philosophy (1st). (1998). Ed. Edward Craig. Routledge. ISBN 978-0-415-07310-3.
Bacaan lebih lanjut
- Arberry, A. J. (1996). The Koran Interpreted: A Translation, 1st, Touchstone. ISBN 978-0-684-82507-6.
- Hawting, Gerald R. (2000). The First Dynasty of Islam: The Umayyard Caliphate AD 661–750. Routledge. ISBN 0-415-24072-7.
- Khan, Muhammad Muhsin; Al-Hilali Khan, Muhammad Taqi-ud-Din (1999). Noble Quran, 1st, Dar-us-Salam Publications. ISBN 978-9960-740-79-9.
- Kramer (ed.), Martin (1999). The Jewish Discovery of Islam: Studies in Honor of Bernard Lewis. Syracuse University. ISBN 978-965-224-040-8.
- Kuban, Dogan (1974). Muslim Religious Architecture. Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-03813-2.
- Lewis, Bernard (1993). Islam in History: Ideas, People, and Events in the Middle East. Open Court. ISBN 978-0-8126-9217-4.
- Lewis, Bernard (1994). Islam and the West. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-509061-1.
- Lewis, Bernard (1996). Cultures in Conflict: Christians, Muslims, and Jews in the Age of Discovery. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-510283-3.
- Mubarkpuri, Saifur-Rahman (2002). The Sealed Nectar: Biography of the Prophet. Dar-us-Salam Publications. ISBN 978-1-59144-071-0.
- Najeebabadi, Akbar Shah (2001). History of Islam. Dar-us-Salam Publications. ISBN 978-1-59144-034-5.
- Nigosian, S. A. (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices, New Edition, Indiana University Press. ISBN 978-0-253-21627-4.
- Rahman, Fazlur (1979). Islam, 2nd, University of Chicago Press. ISBN 0-226-70281-2.
- Walker, Benjamin (1998). Foundations of Islam: The Making of a World Faith. Peter Owen Publishers. ISBN 978-0-7206-1038-3.
Pranala luar
Nah menurut Nabi isa orang semacam ini seperti sebuah pohon yang tumbuh subur di sebuah tanah yang gersang.
Pada akhirnya, sang pemilik pohon tersebut (Allah) akan memindahkannya ke tempat yang lebih layak untuknya, yaitu surga.
Jika ini dijadikan patokan, maka setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan selalu dihargai dengan layak, tidak jadi soal apa agama atau kepercayaan yang mereka anut.
Toh sekarang dengan terjadinya banyak distorsi di dalam ajaran agama, membuat orang-orang yang sebetulnya memiliki kebaikan alamiah menjadi terhalang untuk menganut agama tersebut (islam misalnya). jadi penolakan terhadap sebuah agama tidak lagi menjadi sebuah acuan yang pasti mengingat sekarang telah terjadi banyak distorsi dan membuat ajaran agama menjadi terlihat sangat tidak manusiawi.
Lain halnya kalau kita hidup di zaman nabi dan langsung menerima da’wah dari Beliau. Menerima seruannya itu artinya surga, dan menolaknya itu artinya neraka.
Tapi kalau yang menyampaikan da’wah isl;amnya model orang macem si Noordin M. Toop, siapa sih yang mau masuk islam ?
Perlu diingat juga bahwa bagi umat Islam ada satu dosa yang tidak terampuni yaitu syirik atau menyekutukan Allah Swt yang hukumannya adalah neraka. Ada hal-hal yang dianggap baik oleh manusia tapi tidak di hadapan Allah Swt, dan sebaliknya.
Siapa yang layak masuk surga tentunya mereka yang dikasihi oleh Allah Swt, yaitu mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, Qadha dan Qadar, hari Akhir, dan beramal sholeh serta kebajikan selama hidup didunia.
apabila seseorang beribadah dan semakin dekat dengan Allah seharusnya dia harus menyadari betapa berdosanya aku dan betapa suci serta kudusnya Allah; bukan sebaliknya kita merasa semakin paling benar, suci, kudus, mulia, tdk najis, dsb.
Pengalaman ini menggiring dia pada satu kesadaran bahwa Aku Manusia celaka…!!Tidak ada cara apapun yang dapat menyelamatkan aku dari hukuman dosa, ingat kita semua manusia sudah di vonis mati!!usaha apapun yang kita lakukan adalah sia2..dosa sdh begitu melekat dlm hidup kita bahkan sdh menjadi sahabat.
“apa yang tidak ingin kulakukan justru itu yang dilakukan;ada “pribadi lain” lain yg mendorong dari dalam diri kita tuk berkeinginan melakukan dosa. misalkan ada tulisan peringatan jangan dibuka sangat rahasia, tp kita dirangsang menjadi ingin membukanya (meskipun tidak membukanya kita sudah berdosa karena keinginan itu sudah muncul dalam pikiran, sama halnya dengan bezinah meskipun tidak melakukannya tp sudah menginginya dalam pikiran bukannya itu dosa). tidak ada jalan tuk menuju keselamatan, jika anda tahu jalan keselamtanhya (bukan mudah2an ya tp suatu kepastian) silahkan tunjukkan dan jelaskan, berikan argumen yg akurat lalu email ke surgamalaikat@yahoo.com.
LALU PERTANYAAN KITA YANG PALING DITUNGGU-TUNGGU, LALU BAGAIMANA MANUSIA DAPAT MENYELAMTKAN DIRINYA DARI JERAT DOSA BESERTA HUKUMANNYA?
jika tertarik mendengar jawabannya silahkan email ke saya atau posting saja di sini, thx (thx juga bagi pemilik web ini dan diskusinya)
mengutip ayat yg berbunyi “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Perlu di garis bawahi kenapa orang mukmin dilibatkan pada ayat di atas,?
itu karena banyak orang mukmin tp belum tentu dirinya soleh dan banyak orang mukmin yg melenceng ajarannya…dan tak sedikit hanya ktp saja…
mukmin = percaya pada 6 rukun iman
soleh = yang taat kepada perintah Alloh dan rosulnya
di dalam Al qur’an setiap Alloh menjanjikan sesuatu Alloh menekankan kata “mukmin” selalu diikuti dengan “yang beramal soleh” anda bisa cek dalam al qur’an!!! ini membuktikan bahwa ada sebagian orang mukmin yang tidak beramal soleh.
dan untuk ayat :
“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
BETUL ….karena perbuatan sebaik apapun jika dia bukan orang muslim, kata Alloh dalam ALQur’an akan fatamorgana.
Dan mungkin Alloh akan membalas perbuatan baiknya di dunia.karena Alloh tidak akan merugikan makhluknya.
hanya sekedar saran :
pelajarilah al qur’an secara keseluruhan…!
InSYA Alloh bermanfaat untuk semuanya…
tak ada kata terlambat selama nafas mesih bersemayam di tubuh…
Sehingga jawaban yang berimbang (mungkin):
Apakah semua manusia akan masuk surga atau neraka ?
Jawabannya…memang hanya Tuhan / Allah yang tahu…karena hak prerogratif Tuhan.
Namun apakah kita tidak diberitahu ciri-ciri orang yang masuk surga / neraka ?
Jelas…Tuhan telah memberitahu kita…
Namun jika masalahnya adalah (misal)…
mengapa Abu Tholib( paman Nabi Muhammad SAW ), dinyatakan Allah tidak masuk surga ?
atau misal…Mengapa bunda Teresa tidak masuk islam ?
Tentu jawabannya ada pada beliau masing-masing.
Namun yang jelas, jika (misal) kita beragama Islam…tentu Allah sudah menjalaskan panjang lebar melalui Al Quran…dan rasulullah sudah menjelaskan panjang lebar melalui Hadits dan Assunah ( perkataan, perbuatan beliau yang tentu dibimbing Allah ).
Tinggal pertanyaannya adalah….
Maukah kita mempelajari Al Quran dengan hati yang bersih ( tanpa prasangka negatif pada Allah ).
Maukah kita mempelajari Hadits/Assunah dengan hati yang bersih (tanpa prasangka negatif pada Rasulullah Muhammad SAW )
Atau minimal dengan objektif mempertimbangkan berbagai keterangan,detail dan fakta ?
Baca juga : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh. maka bagi mereka Surga tempat kediamannya, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S. As Sajadah (32) ayat 19).
dll. banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengabarkan. (lain hal kalo tidak meyakini Al-Qur’an).
agama itu lebih dari skedar status..Allah itu dekat dengan orang yang mendengarkanNYA, memuliakanNYA lebih dari sekedar ritual belaka..
lakukan bagianmu lewat tindakan lebih dari sekedar ngejudge perihal kepantasan akan masuk surga, maka DIA yang kau anggap dan percayai ALLAH akan melakukan bagiannya sebagai ALLAH atasmu..
Yang Tuhan/Allah inginkan adalah hanya Menyembah, memuji dan Menjalankan Perintah-Nya sesuai dengan 10 perintah Allah yang diterima oleh nabi Musa di gunung Sinai sehingga umat manusia bisa selamat dari dosa dan Masuk surga. Bukan karena agama A,B atau C.
ada 2 kata yang membuat kita berdebat panjang.. surga dan neraka
sebetulnya ada ngga ya..?? kalo ada dimana dan bagaimana
semua orang beragama mengklaim dirinya yang pantas masuk surga dan yang lain pantas masuk neraka….
padahal mereka hanya pengikut dari apa yang dikatakan orang2 yang hidup lebih dulu dari kita…..yang mereka sebut nabi dll.
kalo kita mau berfikir….semua yang diucapkan dan dilakukan para pendahulu itu yang kemudian dibukukan dan disucikan oleh penganutnya…..benang merahnya adalah KEBAIKAN …..
Kembali ke Surga dan Neraka…..
Apa betul Surga itu buat tempatnya orang yang benar mengikuti ajaran agamanay sedangkan Neraka itu tempatnya orang yang tidak ngikuti ajaran agama ?….semua masih katanya…….??!!!Bagaimana kalo ternyata sebaliknya ??? trus mau kemana kita ???
Kalo saya sih ….pilih mengambil arah benang merahnya saja ..KEBAIKAN…. .Nah apasih Kebaikan itu…??
Buat saya Kebaikan adalah semua ucapan,tingkah laku perbuatan yang hasilnya bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri……..
Soal mau masuk Neraka apa masuk Surga sudah ada yang ngurusin ngga perlu dipikirin……
Buat saya Nabi2 adalah motivator dan Kitab2nya adalah Ensilopedik
dan Badan saya adalah Mesjid,Gereja,Pura,Kelenteng, saya untuk mengekpresikan jiwa kepada TUHAN ,ALLAH seru sekalian alam
salah satu hikmat Islam adalah bahwa islam menjaga kemurnian akal. Islam menjaga agar status manusia yang disandang seseorang tetap utuh. oleh karenanya Islam melarang keras wedang galak/miras. dan sejenisnya dari bangsa candu.
saya disini tidak akan panjang lebar cerita kebaikan Islam. saya masih bodoh dlm berislam.
saya ingin bertanya, apakah agama termasuk dalam ranah pembahasan ilmu Logika ? bagi saya, tidak. jika kita ingin memasukkan agama dalam ranah logika, hal ini akan menghantar kita pada melogika-kan tuhan. itu tidak mungkin. jika tuhan dapat dilogikakan, ia bukan tuhan. sebab tidak mungkin manusia mencipta manusia, Kambing mencipta Kambing.
pada hakekatnya, kemampuan akal terbatas. kita tidak perlu overreacting atas apa yang dapat dicapai akal selama ini. sebab bagi saya ada sesuatu yang berada satu derajat lebih tinggi dari akal. kebijaksanaan. yang tidak akan pernah ditumpangi oleh nafsu kapanpun juga.
ini adalagi ayat yang lain yg berkaitan dengan kebaikan orang kafir di dunia..kok g dimasukkan jg di artikel atas? apa anda menginginkan umat ini tersesat?
Allah Ta’ala dalam surat al-furqan ayat 23, menegaskan dgn firmannya, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”
Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . ”
Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an.
Satu ayat bisa ditafsirkan sampai banyak arti dan makna…..
Namanya juga tafsir ….berarti kata orang lain yang diartikan dan subyektifitas orang yang menafsirkan akan masuk didlmnya…….
sehingga kalo diperdebatkan …entah kapan selesainya …yang pasti setelah ..almarhum ,baru tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Kalo memang hanya orang muslim/islam saja yang bisa masuk surga …atau apapun itu namanya …mungkin saya termasuk yang tidak masuk kedalamnya….
Karena saya termasuk yang mbalelo ….tidak mau diseragamkan cara berfikirnya dengan yang lain…..itulah pilihan saya…
karena saya akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuata,tingkah laku kepada Allah ,Tuhan serusekalian alam….
dan tidak akam menyalahkan orang lain ……Buat saya Agama adalah ajaran yang dicontohkan oleh pendahulu kita ,bagaimana menemukan jalan Tuhan …dari mulai Musa dengan 10 perintah Tuhan, Isa dengan Cinta dan Kasih …dan Muhammad dengan laku/amal Sholeh ….
Sebagai contoh…dari rukun islam ke 2 saya baru belajar wudhu…
membersihkan hadasj halus dari semua laku mulut,hidung,mata,telinga,kaki dan tangan serta pikiran dan hati….
islam yg tdk saleh, nasrani yg tdk saleh, yahudi tg tdk saleh, shabii yg tdk saleh,semua yg melawan keesaan dan keberadaan Tuhan mereka itulah org2 kafir.
bedanya kalau yg saleh itu selain Islam, di Alquran jelas, “….dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Tdk ada jaminan bahagia di Akherat bagi yg menerima agama selain Islam.
1. Sifat-sifat ketuhanan TUHAN dapat dijangkau dengan logika, tetapi dzat (fisik) TUHAN tidak bisa.
2. Ajaran TUHAN dari dulu sama saja tidak pernah berubah.
3. Surga dan Neraka itu ada.
Ini merupakan pernyataan dasyat dari orang yang menyebut dirinya hamba Allah.
Saya yakin,Allah Sendiri yang berhak memilih hambanya, yang berkenan kepadanya.
Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa , Ya , saya adalah hamba Allah
yang benar atau yang paling benar.
Orang orang seperti ini mampu memciptakan kaliamt kalimat dasyat seperti kalimat kalimat yang diatas yang ditulis oleh seorang yang menganngap dirinya hamba Allah .
,menganggap dirinya paling benar dan mempersetankan semua kepercayaan orang.Mengkafirkan setiap orang yang menurutnya tidak memiliki iman
sekuat dirinya.
Orang orang seperti ini mengutip ayat ayat
yang saya yakin dia hanya mampu menghapalkannya.
Bagi saya sendiri , orang orang seperti , orang dengan name id ‘hamba Allah, tak lebih dari sekedar orang tolol saja. Banyak sekali
Orang seperti ini didunia, dan mereka mereka ini sama sekali tak ada harganya sebab jumlahnya begitu banyak.
menurut saya , Kau dengan id hamba Allah , sesungguhnya dirimulah natinya
yang diminta pertagungjawaban oleh Allah .
tapi karena diajak berpikir dg logika yg tidak sempurna dan dengan keterbatasan otak ini maka saya pikir perbuatan baik yg akan diterima dan dibalas adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA.. karena biasanya kalau kita kirim surat pada si A yg balas juga si A.. kalau alamat penerima gak jelas ya suratnya tdk akan pernah sampai di tujuan..
nah.. kalau perbuatan baik tak pernah tercatat ditambah tidak melakukan perintah NYA ditambah dosa sedikit, kira2 dimana posisi yg pantas untuk orang yg demikian?
berikut saya punya teka-teki: ada berbagai jenis ternak berkaki empat merumput di lapangan. kerbau, sapi dan kambing normal adalah ternak berkaki empat. ketika yg punya ternak ingin memasukkan kerbau kedalam kandang, apakah kambing juga akan diikutkan karena dia juga berkaki empat?
saya kira orang ini berkata benar sekali, jangan mengutip dan melihat hanya setengah2, dan hanya mengambil satu ayat lalu diperbandingkan. Harus dilihat dengan ayat2 lainnya. Penulis disini mengedepankan orang sholih kaku dengan penamaan dan pembahasaan yang sangat berpihak, dan memberitahu bahwa si orang sholih kaku tersebut hanya mengambil kesimpulannya dari satu ayat. Saya kira itu gegabah sekali, dan saudara kita, si hamba Allah yang mana sayapun hanyalah mahluk ciptaan dan hamba Allah, bahkan sayapun tidak memiliki tubuh saya sendiri bagaimana saya memiliki kebanggaan? segala sesuatunya dari Allah. Balik lagi saudara kita si hamba Allah justru melengkapi dengan ayat2 yang lain untuk melengkapi sudut pandang Quran dan menjelaskan mengapa orang yang mempersekutukan Allah adalah neraka hukumnya jika dia tidak bertaubat dan kembali pada jalan yang lurus. Apa arti mempersekutukan Allah disini? mulai dari bersaksi bahwa Allah itu punya anak, terdapat lebih dari satu dan sebagainya yang definisi lengkap tentang itu ada dalam surat Al-Ikhlas, siapa yang menyalahkan definisi itu maka dapat dikategorikan bahwa dia mensekutukan Allah. JIka dia bilang Allah diperanakkan, yang artinya Allah itu tidak primacausa yang non causa, atau tidak Yang Maha Awal, melainkan diadakan dan dilahirkan, atau Allah itu beranak tuhan, dll, itu termasuk dalam kategori syirik dan dosa yang tidak terampuni.
Banyak ayat2 dan nash2 yang menjelaskan tentang itu, kalau kita berbicara tentang sudut pandang Islam, maka kita akan berbicara tentang Al-Quran dan As Sunnah,mengutip itu jangan diartikan sok suci atau sok paling benar, itu intimidatif dan tidak adil. Namanya diskusi harus sesuai diskursif, kalau diskusi tentang pandangan Islam tentu kita harus merujuk pada nilai-nilai dan hukum Islam itu sendiri yaitu Quran, sikap seperti ini justru sikap yang tidak merasa dirinya paling benar. Berbeda dengan sikap yang memikirkan apa yang menurut dia benar, lalu dikemukakan dan dipahami sebagai landasan Islam, justru ini pas dengan definisi merasa paling benar, merasa pikirannya sebagai pusat moral dan nilai benar dan salah. Justru saudara kita ini telah menundukkan kepalanya dihadapan kebenaran dan bersifat rendah hati.
Satu lagi, dalam konteks Quran, penggambaran agama Nuh as, Ibrahim as, Isa as, sejak awal adalah Islam, begitupun juga Musa as. Merekapun selalu digambarkan mengucapkan Tuhan dengan nama Allah, bukan dengan kata bapak atau Yhwe, tapi dengan Allah. Isa as begitu, Musa as begitu, Nuh as begitu. Jadi pandangan Islam tentang hadirnya Rasul (utusan Allah) adalah ketika agama yang sebelumnya telah dilencengkan, seperti kehadiran Nuh as sebagai Rasul pertama untuk meluruskan ke Tauhidan yang telah diberikan Nabi Sith dan Idris dari Nabi Adam as. Kemunculan Musa as untuk meluruskan apa yang telah melenceng dari ajaran Nabi Nuh as dan menyempurnakannya, begitupun Nabi Isa as dan akhirnya Nabi Muhammad saw. Ketika setiap Nabi turun, meluruskan ajaran dan menyempurnakannya, maka setiap orang2 mukmin dan muslim (the submissive) akan melihat kebenaran dan mengikutinya, mereka yang celaka menolak dan membangkang dan amalan mereka sia2. Nabi Muhammad saw turun sebagai penyempurna penetap bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh mereka ketika itu haram dan sebaliknya, dan membawa ajaran ini bukan dalam konteks kaum, bukan hanya untuk orang Yahudi, orang HIndus orang Nazareth dan Israeli tapi sebagai Agama penyempurna untuk seluruh ummat manusia dan Jin. Jadi ini adalah tali rantai yang terkait dan muara yang terakhir.
Kaitan dengan para Nasrani dan Yahudi yang masuk surga itu, bisa dibilang kaitan dengan kaum2 pendahulu mereka. Ketika kitab mereka tidak terkena distorsi dan pemalsuan, dan ajaran mereka dicampur2 dengan ajaran pagan dan filsafat stoisme dll.
Tapi sisanya hanya Allah saja yang tau, dan betul sekali, seluruh organ tubuh kita jadi saksi dan diminta pertanggung jawaban. Jadi dalam hal yang besar seperti ini, dalam mengambil statement, harus diperhatikan hujjahnya (landasan, refrensi) harus hati2 dan teliti, jangan asal cepat menyimpulkan yang justru akhirnya menimbulkan kesalah pahaman dan kesesatan dalam pemahaman beragama. Toh ini Agama yang jelas, bukan permainan asyik masyuk dialektika socrates ketika berdebat dipasar yang bisa dibentuk dan diarahkan sesuai selera dan nalar. INi agama yang jelas hukum dan nashnya, tidak sekedar logika kita yang tipis yang dibutuhkan tapi juga ilmu yang mendalam yang membuahkan pemahaman.
wallahualam
sekian, buat semua saudara/i ummat muslim, mari kita saling mendoakan. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.
Assalamualaikum
“Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.”
amien…
Mngenai surga dan neraka, yg mnjd satu prtanyaanku adalah
Mengapa kita berbuat baik hny dgn tujuan ingin mndapatkan surga? Menurut sy surga itu hny gambaran nafsu kduniawian. Jk orang ingin mndptkan surga,sama saja ia serakah..btul nggak? krna di dlm surga, mnrut crita smuanya srba nikmat dan srba enak..jk orang prcya surga mka pandanganny msh brsifat keduniawian/fana. mngharapkan ssuatu yg nikmat!!
Yg jls,kt brbuat baik dan beramal bukan shrusny bukan utk mndptkan surga,akan ttapi kt brbuat baik krna allah (kodrat kt sbg ‘titahing gusti’ (makhluk allah),dan kt bramal shaleh krn kt cinta pd ssama.. .baik mnusia maupun makhluk2 ciptaan allah yg lainnya dgn cara yg IKHLAS.
Konteks Maha Pengasih bahwa Tuhan akan membalas dg ganjaran di Dunia berupa Kebahagiaan segala perbuatan baik (amal soleh) manusia di dunia, apapun agamanya.
Maha Penyayang, tentunya bagi mereka yg beramal soleh dan tdk mensekutukan Tuhan YME dan tdk menerima agama lain selain Islam…Syurga bagi mereka.
kita dihidupkan, di beri nikmat dan anugrah yg bnyak, maka dr itu kta hrus bersykur kapadaNya…. dgn mnjlankan perintahnya… diantaranya beribadah dan berbuat baik….
surga dan neraka itu adalh hasil dri perbuatan yg kita lakukan sbgai bntuk pertnggungjwbn kita kpdanya…
tuhan itu maha Adil, mmbrikan surga bgi yg patuh n neraka bg yang ingkar…
surga n neraka itu pilihan.. tuhan tlah mmbrikan potensi dsar dlm dri manusia, tergantung manusia itu sendiri yang mau kemana…
Dlm Alquran dikatakn” maka Dia mengilhamkan kpd jiwa sifat keburukan dan kebaikn, maka beruntunglah orang menyucikannya dan merugilah yg mengotorinya.wallahu a’lam
Salam Sejahtera
sebelumnya kita dinginkan hati dulu, karena kalau sudah pake nfasu ..pasti tidak akan bermanfaat, ..untuk menjawab semuanya kita mesti balik dulu pada .. sifat2 Tuhan, yaitu TUHAN ITU MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG ..dimana letak keadilan tuhan, kalau hanya salah satu golongan yg mengklaim yang paling benar dan berhak masuksyurga, ingatlah ..sabda rasul : semua manusia terlahir suci tanpa dosa dan orang tualah yang akan menajdikanya nasrani,yahudi,majsi,budha atau agama lainya, ..nah maaf kalau saya balikin pada diri kita yang notabene islam, ..kita yg terlahir seperti mereka, di vatikan mungkin,di tibet mungkin,atau di afrika mungkin…secara nalar saja.mungkinkah kita mengenal Islam,ajaran2nya..saya jamin .mereka tidak akan mengenalnya,meski hanya tau mungkin.jadi buat saya apapun agamamu,yakini saja, pasti ..satu tujuan,menyembah tuhan,atau Allah dalam islam, yahweh dalam yahudi ..bapa pada nasrani, budha , tuhan itu satu.
perihal syurga dan neraka, saya lebih cenderung belajar pada sufisme syaikh siti jenar, atau ilmu 2 tasawuf, para sufi menganggap bahwa syurga dan neraka adalah sesuatu yang kekal dan abadi , diciptakan ketika penciptaan manusia,yang artinya syurga dan neraka sudah mulai di dunia, perasaan benci,sakit hati, sedih , kehilangan itulah gambaran neraka …digambarakan bahwa syetan2 berbahagia di neraka membakar jiwa2 yang merasakan itu, ada yang terbakar ,sebagai simbol marah , nafsu,ada yang dgerogoti ulat simbol keserakahan,…dan ada jg jiwa2 yg tenang ,mereka yang ikhlas dalam berbuat baik, pasrah menerima keadaan ..hingga apapun keadaanya mereka bersyukur, subhanallah ..itulah syurga, (tapi utuk mencapaimaqom iniamatlah susah)>>> syaikh siti jenar berpendapat bahwa ..disinilah alam kematian, dimana ruh sebagai pancaran Allah, terkurung dalam jasad wadah ..yg menutup kita dari mengenal sebenar2 nya diri yaitu ruhani, ruh adalah pancaran cahaya Allah,itulah kenapa iblis dan malaikat2 disuruh tunduk pada adam,karena dalam diri adam tertanamlah RUh ..pancaran dari dzat dan sifat Allah, pun manusia keturunanya..dalam 4 bulan kehamilan ditiuka ruh, dan ruh selalu mengajak pada kebaikan, dan dia tetap suci, dan dia bersemayam di dalam jiwa..tapi sayang jiwa kita kadang dipenuhi nafsu2 dan keinginan2 hingga menutup ruhani itu.hingga apa2 yang dilakukan jasad adalah dari pemikiran,akal,nafsu,bukan dari hati…
insya allah bila jiwa kita telah mengenal ruh kita insya allah memandang mahluk tuhan kita akan berkasih sayang…dan itulah islam, asmaul husna .99 nama nabi ..dimanifestasikan seperti ..maqomnya nabi isa ..penuh kasih sayang…dan penyempurnanya adalah nabi muhammad ..hakekatnya..ikuti sunnahnya bukan jasad semata tapi ruhani nya ..(hakekat ) nya Muhammad, sebagai satu mata tasbih yang terlepas..yang akan menjadi sempurna, syafaat ..bukanlah dicari ..tapi jadikan dirimu seperti Muhammad..