Sabtu, 09 Januari 2010

siapakah yg akan masuk surga ?

Siapakah yang akan masuk Surga?

filsuf
filsuf
Menyambung apa yang sudah kita bicarakan  sebelumnya apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim?
Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?

Kita sudah melihat dibahasan sebelumnya bahwa terdapat dua pendapat kelompok ekstrim menanggapi permasalahan ini, kelompok pertama adalah dari orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :
“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu, apakah dia itu adalah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes dan lain-lain.
Pendapat kedua muncul dari mereka-mereka yang menyebut dirinya kaum intelektual, yakni dari para pemikir kebebasan dan kemanusiaan. Mereka mengutip apa yang dikatakan Al-quran pada surat 5 ayat 69 :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Melihat dua pendapat dengan masing-masing dalil yang mereka kemukakan tersebut, maka bagaimanakah kiranya nasib orang-orang yang telah berbuat banyak untuk tujuan kemanusiaan tersebut?
Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes akan masuk surga atau neraka.
Yang kita bisa tahu adalah apa yang kita lihat dari perbuatan mereka, menurut yang kita lihat dan kita saksikan bahwa mereka sudah berbuat baik dan berbuat banyak untuk kemanusian, mereka telah beramal dan menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan umat manusia. Tetapi mengenai kepastian mutlak apakah mereka akan masuk surga atau masuk neraka, maka yang tahu kepastian tersebut hanyalah Allah semata.
Hanya Allah yang mengetahui niat semua manusia, hanya Allah lah yang tahu semua rahasia dan yang lebih rahasia dari rahasia. Hanya Allah yang tahu apa niat dan motivasi seseorang ketika melakukan perbuat baik dan semua amal-amal yang mereka lakukan.
Dimasa sekarang kita sering sok menghakimi seseorang, bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Apakah kita memang punya hak dan mampu untuk melihat isi hati seseorang? Apakah kita bisa dan mampu untuk mengetahui niat seseorang?
Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak berani sembarangan untuk mengatakan bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Nabi sendiri tidak berani menjamin dirinya sendiri akan masuk surga sebagaimana yang di tulis di al-quran surat 46 ayat 9 :
“Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Dengan demikian, maka semakin teranglah bagi kita bahwa semua perbuatan baik akan dicatat dan dibalas oleh Allah, dan semua perbuatan baik itu tidak serta merta menempatkan seseorang kedalam surga atau neraka. Semua perbuatan baik itu akan disensor secara khusus oleh Allah dari niat mereka. Dan hasil ‘sensor’ dari niat manusia tersebut hanya Allah yang tahu hasilnya, apakah yang bersangkutan akan dimasukkan kesurga atau ke neraka.
  1. Ada sebuah ajaran yang berasal dari Nabi Isa di Injil Barnabas tentang orang-orang yang tidak pernah mempeoleh ajaran agama dari seorang Nabi, tapi selama hidupnya mereka senantiasa berbuat kebaikan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
    Nah menurut Nabi isa orang semacam ini seperti sebuah pohon yang tumbuh subur di sebuah tanah yang gersang.
    Pada akhirnya, sang pemilik pohon tersebut (Allah) akan memindahkannya ke tempat yang lebih layak untuknya, yaitu surga.
    Jika ini dijadikan patokan, maka setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan selalu dihargai dengan layak, tidak jadi soal apa agama atau kepercayaan yang mereka anut.
    Toh sekarang dengan terjadinya banyak distorsi di dalam ajaran agama, membuat orang-orang yang sebetulnya memiliki kebaikan alamiah menjadi terhalang untuk menganut agama tersebut (islam misalnya). jadi penolakan terhadap sebuah agama tidak lagi menjadi sebuah acuan yang pasti mengingat sekarang telah terjadi banyak distorsi dan membuat ajaran agama menjadi terlihat sangat tidak manusiawi.
    Lain halnya kalau kita hidup di zaman nabi dan langsung menerima da’wah dari Beliau. Menerima seruannya itu artinya surga, dan menolaknya itu artinya neraka.
    Tapi kalau yang menyampaikan da’wah isl;amnya model orang macem si Noordin M. Toop, siapa sih yang mau masuk islam ?
  2. Islam adalah Rahmatan lil alamin, dakwah yang dicontohkan Nabi Saw adalah dengan hikmah dan pengajaran yang baik, saat ini dengan zaman modern dan fasilitas canggih dapat ditemukan berbagai metode dakwah. Diantaranya internet, televisi dll, sehingga bisa menjangkau hampir seluruh pelosok dunia. Sehingga bagi yang telah mendengar seruan Islam ini, dan tidak mau beriman maka ia telah ingkar (kafir dlm bahasa arabnya).
    Perlu diingat juga bahwa bagi umat Islam ada satu dosa yang tidak terampuni yaitu syirik atau menyekutukan Allah Swt yang hukumannya adalah neraka. Ada hal-hal yang dianggap baik oleh manusia tapi tidak di hadapan Allah Swt, dan sebaliknya.
    Siapa yang layak masuk surga tentunya mereka yang dikasihi oleh Allah Swt, yaitu mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, Qadha dan Qadar, hari Akhir, dan beramal sholeh serta kebajikan selama hidup didunia.
  3. Al Qur’an adalah referensi terakhir dari Allah, mengapa lagi masih menganut referensi yang sudah kedaluarsa ??
  4. Alloh IS #1..dont forgt Abu Tholib..what a man..so kind..he protected D Messenger of Allah (SAW) with his life..with out this man’s role..? you can imagine? but Alloh didnt allow him entering jannah..declaring His Existence a must!! if not it mean you abandoning THE # 1..
  5. Sejak awal manusia lahir telah menyandang dosa keturunan manusia pertama yaitu adam, atau taruhlah kita tidak percaya akan dosa keturunan namun perhatikanlah selama masa hidup kita apakah tidak pernah melakukan dosa minimal satu kali saja? tentu pernah melakukannya. Nah…satu kali saja manusia berbuat dosa (pelanggaran melawan perintah Allah)maka konsekuensinya ialah “Api Kekekalan.” Manusia langsung divonis hukuman Mati tanpa ada pertimbangan atau pembelaan manapun (bnd. cerita Adam dan Hawa). Apakah Allah adil? ya sangat Adil kebijakan tersebut karena itulah hak prerogative Allah. Manusia tidak bisa lepas dengan jerat dosa bagaimanapun caranya, vonis telah dijatuhi meskipun hukuman itu belum berlangsung karena kita masih hidup saat ini. Hal yang menarik dibahas adalah mengapa manusia yg sudah di vonis mati masih berusaha ingin lepas dari jerat hukuman dosa dengan berbagai cara dan usaha seperti berbuat baik, ke tempat ibadah, dan usaha2 lain yang tergolong rohani, suci, dsb. dalam hal ini tentu bukan berarti kalau begitu marilah kita lakukan apa saja entah itu dosa atau tidak.
    apabila seseorang beribadah dan semakin dekat dengan Allah seharusnya dia harus menyadari betapa berdosanya aku dan betapa suci serta kudusnya Allah; bukan sebaliknya kita merasa semakin paling benar, suci, kudus, mulia, tdk najis, dsb.
    Pengalaman ini menggiring dia pada satu kesadaran bahwa Aku Manusia celaka…!!Tidak ada cara apapun yang dapat menyelamatkan aku dari hukuman dosa, ingat kita semua manusia sudah di vonis mati!!usaha apapun yang kita lakukan adalah sia2..dosa sdh begitu melekat dlm hidup kita bahkan sdh menjadi sahabat.
    “apa yang tidak ingin kulakukan justru itu yang dilakukan;ada “pribadi lain” lain yg mendorong dari dalam diri kita tuk berkeinginan melakukan dosa. misalkan ada tulisan peringatan jangan dibuka sangat rahasia, tp kita dirangsang menjadi ingin membukanya (meskipun tidak membukanya kita sudah berdosa karena keinginan itu sudah muncul dalam pikiran, sama halnya dengan bezinah meskipun tidak melakukannya tp sudah menginginya dalam pikiran bukannya itu dosa). tidak ada jalan tuk menuju keselamatan, jika anda tahu jalan keselamtanhya (bukan mudah2an ya tp suatu kepastian) silahkan tunjukkan dan jelaskan, berikan argumen yg akurat lalu email ke surgamalaikat@yahoo.com.
    LALU PERTANYAAN KITA YANG PALING DITUNGGU-TUNGGU, LALU BAGAIMANA MANUSIA DAPAT MENYELAMTKAN DIRINYA DARI JERAT DOSA BESERTA HUKUMANNYA?
    jika tertarik mendengar jawabannya silahkan email ke saya atau posting saja di sini, thx (thx juga bagi pemilik web ini dan diskusinya)
  6. Assalam
    mengutip ayat yg berbunyi “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
    Perlu di garis bawahi kenapa orang mukmin dilibatkan pada ayat di atas,?
    itu karena banyak orang mukmin tp belum tentu dirinya soleh dan banyak orang mukmin yg melenceng ajarannya…dan tak sedikit hanya ktp saja…
    mukmin = percaya pada 6 rukun iman
    soleh = yang taat kepada perintah Alloh dan rosulnya
    di dalam Al qur’an setiap Alloh menjanjikan sesuatu Alloh menekankan kata “mukmin” selalu diikuti dengan “yang beramal soleh” anda bisa cek dalam al qur’an!!! ini membuktikan bahwa ada sebagian orang mukmin yang tidak beramal soleh.
    dan untuk ayat :
    “ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
    BETUL ….karena perbuatan sebaik apapun jika dia bukan orang muslim, kata Alloh dalam ALQur’an akan fatamorgana.
    Dan mungkin Alloh akan membalas perbuatan baiknya di dunia.karena Alloh tidak akan merugikan makhluknya.
    hanya sekedar saran :
    pelajarilah al qur’an secara keseluruhan…!
    InSYA Alloh bermanfaat untuk semuanya…
    tak ada kata terlambat selama nafas mesih bersemayam di tubuh…
  7. Buat charles atau rekan yang lainya.jika memahami al-quran atau islam hanya sepotong2 maka argument anda tidak akan pernah ketemu dgn islam itu sendiri.dgn niat yg kuat mencari kebenaran dalam islam dgn hati yg legowo anda pasti mengatakan islam adalah jalan yg lurus menuju ilahi robi.seperti hajah Irene handono.
  8. Kalau mau jujur (maaf)…kita sering memperdebatkan orang lain…
    Sehingga jawaban yang berimbang (mungkin):
    Apakah semua manusia akan masuk surga atau neraka ?
    Jawabannya…memang hanya Tuhan / Allah yang tahu…karena hak prerogratif Tuhan.
    Namun apakah kita tidak diberitahu ciri-ciri orang yang masuk surga / neraka ?
    Jelas…Tuhan telah memberitahu kita…
    Namun jika masalahnya adalah (misal)…
    mengapa Abu Tholib( paman Nabi Muhammad SAW ), dinyatakan Allah tidak masuk surga ?
    atau misal…Mengapa bunda Teresa tidak masuk islam ?
    Tentu jawabannya ada pada beliau masing-masing.
    Namun yang jelas, jika (misal) kita beragama Islam…tentu Allah sudah menjalaskan panjang lebar melalui Al Quran…dan rasulullah sudah menjelaskan panjang lebar melalui Hadits dan Assunah ( perkataan, perbuatan beliau yang tentu dibimbing Allah ).
    Tinggal pertanyaannya adalah….
    Maukah kita mempelajari Al Quran dengan hati yang bersih ( tanpa prasangka negatif pada Allah ).
    Maukah kita mempelajari Hadits/Assunah dengan hati yang bersih (tanpa prasangka negatif pada Rasulullah Muhammad SAW )
    Atau minimal dengan objektif mempertimbangkan berbagai keterangan,detail dan fakta ?
  9. jika dilihat secara tekstual kedua ayat tersebut sudah jelas bertentangan, namun akan menjadi berbeda jika dalam memahami teks tersebut kita juga memperhatikan konteks pada saat ayat tersebut turun.
  10. Jika sudah berikrar dengan islam; koq ngambil lagi referensi-referensi selain islam…? Pada Hari ini telah AKU sempurnakan untukmu agamamu dan telah AKU cukupkan nikmat-KU padamu dan telah AKU ridhoi ISLAM sebagai Agamamu. (Q.S. Al-Maidah ayat 5)
    Baca juga : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh. maka bagi mereka Surga tempat kediamannya, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S. As Sajadah (32) ayat 19).
    dll. banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengabarkan. (lain hal kalo tidak meyakini Al-Qur’an).
  11. jutaan orang hidup sebelum istilah yang membuat banyak pengelompokkan ada, yakni “agama” ada..jutaan orang juga yang sbelum matinya, belum mendengar pengajaran ttg agama tertentu semasa hidupnya..bagaimana mreka masuk surga kalau syarat masuk surga hanya agama A atau B atau C..
    agama itu lebih dari skedar status..Allah itu dekat dengan orang yang mendengarkanNYA, memuliakanNYA lebih dari sekedar ritual belaka..
    lakukan bagianmu lewat tindakan lebih dari sekedar ngejudge perihal kepantasan akan masuk surga, maka DIA yang kau anggap dan percayai ALLAH akan melakukan bagiannya sebagai ALLAH atasmu..
  12. Ingat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Yang Tuhan/Allah inginkan adalah hanya Menyembah, memuji dan Menjalankan Perintah-Nya sesuai dengan 10 perintah Allah yang diterima oleh nabi Musa di gunung Sinai sehingga umat manusia bisa selamat dari dosa dan Masuk surga. Bukan karena agama A,B atau C.
  13. lihat webnya rasul Sakti Sihite, islam sudah banyak diplintir oleh ulama, hadis adalah produk ulama 300 tahun setelah muhammad meninggal yang diragukan kebenarannya, ulasannya sangat logis. untuk sorga dan neraka apakah secara phisik ada? mosok tuhan mentolo menyiksa ciptaanya ke neraka.
  14. siapakah yang akan masuk surga ???
    ada 2 kata yang membuat kita berdebat panjang.. surga dan neraka
    sebetulnya ada ngga ya..?? kalo ada dimana dan bagaimana
    semua orang beragama mengklaim dirinya yang pantas masuk surga dan yang lain pantas masuk neraka….
    padahal mereka hanya pengikut dari apa yang dikatakan orang2 yang hidup lebih dulu dari kita…..yang mereka sebut nabi dll.
    kalo kita mau berfikir….semua yang diucapkan dan dilakukan para pendahulu itu yang kemudian dibukukan dan disucikan oleh penganutnya…..benang merahnya adalah KEBAIKAN …..
    Kembali ke Surga dan Neraka…..
    Apa betul Surga itu buat tempatnya orang yang benar mengikuti ajaran agamanay sedangkan Neraka itu tempatnya orang yang tidak ngikuti ajaran agama ?….semua masih katanya…….??!!!Bagaimana kalo ternyata sebaliknya ??? trus mau kemana kita ???
    Kalo saya sih ….pilih mengambil arah benang merahnya saja ..KEBAIKAN…. .Nah apasih Kebaikan itu…??
    Buat saya Kebaikan adalah semua ucapan,tingkah laku perbuatan yang hasilnya bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri……..
    Soal mau masuk Neraka apa masuk Surga sudah ada yang ngurusin ngga perlu dipikirin……
    Buat saya Nabi2 adalah motivator dan Kitab2nya adalah Ensilopedik
    dan Badan saya adalah Mesjid,Gereja,Pura,Kelenteng, saya untuk mengekpresikan jiwa kepada TUHAN ,ALLAH seru sekalian alam
  15. akal adalah salah satu anugerah besar dalam kehidupan manusia. akal yang membedakan antara manusia dan ciptaan Allah lainnya. akal begitu penting. sebab manusia diberi kelebihan memilih. satu keistimewaan yang tidak diberikan kepada Malaiakat dan Setan. dari situlah seorang manusia/hamba bisa mencapai derajat yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari malaikat atau sebaliknya lebih rendah dari setan. bahkan binatang sekalipun.
    salah satu hikmat Islam adalah bahwa islam menjaga kemurnian akal. Islam menjaga agar status manusia yang disandang seseorang tetap utuh. oleh karenanya Islam melarang keras wedang galak/miras. dan sejenisnya dari bangsa candu.
    saya disini tidak akan panjang lebar cerita kebaikan Islam. saya masih bodoh dlm berislam.
    saya ingin bertanya, apakah agama termasuk dalam ranah pembahasan ilmu Logika ? bagi saya, tidak. jika kita ingin memasukkan agama dalam ranah logika, hal ini akan menghantar kita pada melogika-kan tuhan. itu tidak mungkin. jika tuhan dapat dilogikakan, ia bukan tuhan. sebab tidak mungkin manusia mencipta manusia, Kambing mencipta Kambing.
    pada hakekatnya, kemampuan akal terbatas. kita tidak perlu overreacting atas apa yang dapat dicapai akal selama ini. sebab bagi saya ada sesuatu yang berada satu derajat lebih tinggi dari akal. kebijaksanaan. yang tidak akan pernah ditumpangi oleh nafsu kapanpun juga.
  16. mas..kalau mengutip ayat jgn cuman satu. sekalian jg donk yang lainnya dan jgn karena sesuai dengan hawa nafsu anda, trs semaunya menafsirkan ayat2 qur’an dgn akal anda. liat pendapat sahabat nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’iin (tiga generasi terbaik, ulama2 terdahulu yang mengikuti mereka, ahli tafsir qur’an spt ibnu abbas, ibnu katsir, dll nya.
    ini adalagi ayat yang lain yg berkaitan dengan kebaikan orang kafir di dunia..kok g dimasukkan jg di artikel atas? apa anda menginginkan umat ini tersesat?
    Allah Ta’ala dalam surat al-furqan ayat 23, menegaskan dgn firmannya, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”
    Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . ”
    Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
    hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an.
  17. Hmmm…inilah dinamikanya di Islam…..
    Satu ayat bisa ditafsirkan sampai banyak arti dan makna…..
    Namanya juga tafsir ….berarti kata orang lain yang diartikan dan subyektifitas orang yang menafsirkan akan masuk didlmnya…….
    sehingga kalo diperdebatkan …entah kapan selesainya …yang pasti setelah ..almarhum ,baru tahu mana yang benar dan mana yang salah.
    Kalo memang hanya orang muslim/islam saja yang bisa masuk surga …atau apapun itu namanya …mungkin saya termasuk yang tidak masuk kedalamnya….
    Karena saya termasuk yang mbalelo ….tidak mau diseragamkan cara berfikirnya dengan yang lain…..itulah pilihan saya…
    karena saya akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuata,tingkah laku kepada Allah ,Tuhan serusekalian alam….
    dan tidak akam menyalahkan orang lain ……Buat saya Agama adalah ajaran yang dicontohkan oleh pendahulu kita ,bagaimana menemukan jalan Tuhan …dari mulai Musa dengan 10 perintah Tuhan, Isa dengan Cinta dan Kasih …dan Muhammad dengan laku/amal Sholeh ….
    Sebagai contoh…dari rukun islam ke 2 saya baru belajar wudhu…
    membersihkan hadasj halus dari semua laku mulut,hidung,mata,telinga,kaki dan tangan serta pikiran dan hati….
  18. orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani yang saleh berbeda dengan orang kafir.
    islam yg tdk saleh, nasrani yg tdk saleh, yahudi tg tdk saleh, shabii yg tdk saleh,semua yg melawan keesaan dan keberadaan Tuhan mereka itulah org2 kafir.
  19. hanya saja, mereka yg saleh(berbuat baik pd semua) Tuhan YME akan balas engan ganjaran di dunia, kebahagiaan dan tdk akan bersedih hati.itulah bukti Tuhan Maha Pengasih pd semua manusia, apapun agamanya.
    bedanya kalau yg saleh itu selain Islam, di Alquran jelas, “….dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Tdk ada jaminan bahagia di Akherat bagi yg menerima agama selain Islam.
  20. Menarik sekali membaca perdebatan/diskusi/argumentasi/opini yang disampaikan oleh semua. Kalau menurut saya :
    1. Sifat-sifat ketuhanan TUHAN dapat dijangkau dengan logika, tetapi dzat (fisik) TUHAN tidak bisa.
    2. Ajaran TUHAN dari dulu sama saja tidak pernah berubah.
    3. Surga dan Neraka itu ada.
  21. “hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an”
    Ini merupakan pernyataan dasyat dari orang yang menyebut dirinya hamba Allah.
    Saya yakin,Allah Sendiri yang berhak memilih hambanya, yang berkenan kepadanya.
    Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa , Ya , saya adalah hamba Allah
    yang benar atau yang paling benar.
    Orang orang seperti ini mampu memciptakan kaliamt kalimat dasyat seperti kalimat kalimat yang diatas yang ditulis oleh seorang yang menganngap dirinya hamba Allah .
    ,menganggap dirinya paling benar dan mempersetankan semua kepercayaan orang.Mengkafirkan setiap orang yang menurutnya tidak memiliki iman
    sekuat dirinya.
    Orang orang seperti ini mengutip ayat ayat
    yang saya yakin dia hanya mampu menghapalkannya.
    Bagi saya sendiri , orang orang seperti , orang dengan name id ‘hamba Allah, tak lebih dari sekedar orang tolol saja. Banyak sekali
    Orang seperti ini didunia, dan mereka mereka ini sama sekali tak ada harganya sebab jumlahnya begitu banyak.
    menurut saya , Kau dengan id hamba Allah , sesungguhnya dirimulah natinya
    yang diminta pertagungjawaban oleh Allah .
  22. sebenarnya DIA mau menempatkan di surga atau neraka.. mau menerima amal baik atau tidak adalah mutlak kekuasaanNYA.
    tapi karena diajak berpikir dg logika yg tidak sempurna dan dengan keterbatasan otak ini maka saya pikir perbuatan baik yg akan diterima dan dibalas adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA.. karena biasanya kalau kita kirim surat pada si A yg balas juga si A.. kalau alamat penerima gak jelas ya suratnya tdk akan pernah sampai di tujuan..
    nah.. kalau perbuatan baik tak pernah tercatat ditambah tidak melakukan perintah NYA ditambah dosa sedikit, kira2 dimana posisi yg pantas untuk orang yg demikian?
    berikut saya punya teka-teki: ada berbagai jenis ternak berkaki empat merumput di lapangan. kerbau, sapi dan kambing normal adalah ternak berkaki empat. ketika yg punya ternak ingin memasukkan kerbau kedalam kandang, apakah kambing juga akan diikutkan karena dia juga berkaki empat?
  23. Harun Abd Allah on December 5th, 2009 at 1:37 pm
    “hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an”
    saya kira orang ini berkata benar sekali, jangan mengutip dan melihat hanya setengah2, dan hanya mengambil satu ayat lalu diperbandingkan. Harus dilihat dengan ayat2 lainnya. Penulis disini mengedepankan orang sholih kaku dengan penamaan dan pembahasaan yang sangat berpihak, dan memberitahu bahwa si orang sholih kaku tersebut hanya mengambil kesimpulannya dari satu ayat. Saya kira itu gegabah sekali, dan saudara kita, si hamba Allah yang mana sayapun hanyalah mahluk ciptaan dan hamba Allah, bahkan sayapun tidak memiliki tubuh saya sendiri bagaimana saya memiliki kebanggaan? segala sesuatunya dari Allah. Balik lagi saudara kita si hamba Allah justru melengkapi dengan ayat2 yang lain untuk melengkapi sudut pandang Quran dan menjelaskan mengapa orang yang mempersekutukan Allah adalah neraka hukumnya jika dia tidak bertaubat dan kembali pada jalan yang lurus. Apa arti mempersekutukan Allah disini? mulai dari bersaksi bahwa Allah itu punya anak, terdapat lebih dari satu dan sebagainya yang definisi lengkap tentang itu ada dalam surat Al-Ikhlas, siapa yang menyalahkan definisi itu maka dapat dikategorikan bahwa dia mensekutukan Allah. JIka dia bilang Allah diperanakkan, yang artinya Allah itu tidak primacausa yang non causa, atau tidak Yang Maha Awal, melainkan diadakan dan dilahirkan, atau Allah itu beranak tuhan, dll, itu termasuk dalam kategori syirik dan dosa yang tidak terampuni.
    Banyak ayat2 dan nash2 yang menjelaskan tentang itu, kalau kita berbicara tentang sudut pandang Islam, maka kita akan berbicara tentang Al-Quran dan As Sunnah,mengutip itu jangan diartikan sok suci atau sok paling benar, itu intimidatif dan tidak adil. Namanya diskusi harus sesuai diskursif, kalau diskusi tentang pandangan Islam tentu kita harus merujuk pada nilai-nilai dan hukum Islam itu sendiri yaitu Quran, sikap seperti ini justru sikap yang tidak merasa dirinya paling benar. Berbeda dengan sikap yang memikirkan apa yang menurut dia benar, lalu dikemukakan dan dipahami sebagai landasan Islam, justru ini pas dengan definisi merasa paling benar, merasa pikirannya sebagai pusat moral dan nilai benar dan salah. Justru saudara kita ini telah menundukkan kepalanya dihadapan kebenaran dan bersifat rendah hati.
    Satu lagi, dalam konteks Quran, penggambaran agama Nuh as, Ibrahim as, Isa as, sejak awal adalah Islam, begitupun juga Musa as. Merekapun selalu digambarkan mengucapkan Tuhan dengan nama Allah, bukan dengan kata bapak atau Yhwe, tapi dengan Allah. Isa as begitu, Musa as begitu, Nuh as begitu. Jadi pandangan Islam tentang hadirnya Rasul (utusan Allah) adalah ketika agama yang sebelumnya telah dilencengkan, seperti kehadiran Nuh as sebagai Rasul pertama untuk meluruskan ke Tauhidan yang telah diberikan Nabi Sith dan Idris dari Nabi Adam as. Kemunculan Musa as untuk meluruskan apa yang telah melenceng dari ajaran Nabi Nuh as dan menyempurnakannya, begitupun Nabi Isa as dan akhirnya Nabi Muhammad saw. Ketika setiap Nabi turun, meluruskan ajaran dan menyempurnakannya, maka setiap orang2 mukmin dan muslim (the submissive) akan melihat kebenaran dan mengikutinya, mereka yang celaka menolak dan membangkang dan amalan mereka sia2. Nabi Muhammad saw turun sebagai penyempurna penetap bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh mereka ketika itu haram dan sebaliknya, dan membawa ajaran ini bukan dalam konteks kaum, bukan hanya untuk orang Yahudi, orang HIndus orang Nazareth dan Israeli tapi sebagai Agama penyempurna untuk seluruh ummat manusia dan Jin. Jadi ini adalah tali rantai yang terkait dan muara yang terakhir.
    Kaitan dengan para Nasrani dan Yahudi yang masuk surga itu, bisa dibilang kaitan dengan kaum2 pendahulu mereka. Ketika kitab mereka tidak terkena distorsi dan pemalsuan, dan ajaran mereka dicampur2 dengan ajaran pagan dan filsafat stoisme dll.
    Tapi sisanya hanya Allah saja yang tau, dan betul sekali, seluruh organ tubuh kita jadi saksi dan diminta pertanggung jawaban. Jadi dalam hal yang besar seperti ini, dalam mengambil statement, harus diperhatikan hujjahnya (landasan, refrensi) harus hati2 dan teliti, jangan asal cepat menyimpulkan yang justru akhirnya menimbulkan kesalah pahaman dan kesesatan dalam pemahaman beragama. Toh ini Agama yang jelas, bukan permainan asyik masyuk dialektika socrates ketika berdebat dipasar yang bisa dibentuk dan diarahkan sesuai selera dan nalar. INi agama yang jelas hukum dan nashnya, tidak sekedar logika kita yang tipis yang dibutuhkan tapi juga ilmu yang mendalam yang membuahkan pemahaman.
    wallahualam
    sekian, buat semua saudara/i ummat muslim, mari kita saling mendoakan. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.
    Assalamualaikum :)
  24. @Harun Abd Allah :
    “Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.”
    amien…
  25. Berdiskusi tentang islam ga ada hbisny,bahkan smpe matipun ga cukup..saking bnyk tafsiranny. islam itu multitafsir/demokrasi. Saking bnykny sekte/aliran agama islam,satu sm lain sling mnghntam. Sungguh ironis,islam itu ’slamat’,islam diturunkan utk kslamatan slruh umat..jd shrusny islam hrs merangkul yg lain,jgn hny mmvonis mentah2 umat nonislam dgn pndangan yg picik.maaf.. .jdny kt smakin dibenci krn ulah manusiany,bkn agamany.
    Mngenai surga dan neraka, yg mnjd satu prtanyaanku adalah
    Mengapa kita berbuat baik hny dgn tujuan ingin mndapatkan surga? Menurut sy surga itu hny gambaran nafsu kduniawian. Jk orang ingin mndptkan surga,sama saja ia serakah..btul nggak? krna di dlm surga, mnrut crita smuanya srba nikmat dan srba enak..jk orang prcya surga mka pandanganny msh brsifat keduniawian/fana. mngharapkan ssuatu yg nikmat!!
    Yg jls,kt brbuat baik dan beramal bukan shrusny bukan utk mndptkan surga,akan ttapi kt brbuat baik krna allah (kodrat kt sbg ‘titahing gusti’ (makhluk allah),dan kt bramal shaleh krn kt cinta pd ssama.. .baik mnusia maupun makhluk2 ciptaan allah yg lainnya dgn cara yg IKHLAS.
  26. Jadi sudah Jelas lah 2 sifat Tuhan YME ini, Tuhan Maha Pengasih dan Tuhan Maha Penyayang.
    Konteks Maha Pengasih bahwa Tuhan akan membalas dg ganjaran di Dunia berupa Kebahagiaan segala perbuatan baik (amal soleh) manusia di dunia, apapun agamanya.
    Maha Penyayang, tentunya bagi mereka yg beramal soleh dan tdk mensekutukan Tuhan YME dan tdk menerima agama lain selain Islam…Syurga bagi mereka.
  27. WAMA KHLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUN { DAN TDK KMI CIPTKAN JIN N MANUSIA MELAINKAN U MNYEMBAH PADAKU}
    kita dihidupkan, di beri nikmat dan anugrah yg bnyak, maka dr itu kta hrus bersykur kapadaNya…. dgn mnjlankan perintahnya… diantaranya beribadah dan berbuat baik….
    surga dan neraka itu adalh hasil dri perbuatan yg kita lakukan sbgai bntuk pertnggungjwbn kita kpdanya…
    tuhan itu maha Adil, mmbrikan surga bgi yg patuh n neraka bg yang ingkar…
    surga n neraka itu pilihan.. tuhan tlah mmbrikan potensi dsar dlm dri manusia, tergantung manusia itu sendiri yang mau kemana…
    Dlm Alquran dikatakn” maka Dia mengilhamkan kpd jiwa sifat keburukan dan kebaikn, maka beruntunglah orang menyucikannya dan merugilah yg mengotorinya.wallahu a’lam
  28. Assalam wr.wb
    Salam Sejahtera
    sebelumnya kita dinginkan hati dulu, karena kalau sudah pake nfasu ..pasti tidak akan bermanfaat, ..untuk menjawab semuanya kita mesti balik dulu pada .. sifat2 Tuhan, yaitu TUHAN ITU MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG ..dimana letak keadilan tuhan, kalau hanya salah satu golongan yg mengklaim yang paling benar dan berhak masuksyurga, ingatlah ..sabda rasul : semua manusia terlahir suci tanpa dosa dan orang tualah yang akan menajdikanya nasrani,yahudi,majsi,budha atau agama lainya, ..nah maaf kalau saya balikin pada diri kita yang notabene islam, ..kita yg terlahir seperti mereka, di vatikan mungkin,di tibet mungkin,atau di afrika mungkin…secara nalar saja.mungkinkah kita mengenal Islam,ajaran2nya..saya jamin .mereka tidak akan mengenalnya,meski hanya tau mungkin.jadi buat saya apapun agamamu,yakini saja, pasti ..satu tujuan,menyembah tuhan,atau Allah dalam islam, yahweh dalam yahudi ..bapa pada nasrani, budha , tuhan itu satu.
    perihal syurga dan neraka, saya lebih cenderung belajar pada sufisme syaikh siti jenar, atau ilmu 2 tasawuf, para sufi menganggap bahwa syurga dan neraka adalah sesuatu yang kekal dan abadi , diciptakan ketika penciptaan manusia,yang artinya syurga dan neraka sudah mulai di dunia, perasaan benci,sakit hati, sedih , kehilangan itulah gambaran neraka …digambarakan bahwa syetan2 berbahagia di neraka membakar jiwa2 yang merasakan itu, ada yang terbakar ,sebagai simbol marah , nafsu,ada yang dgerogoti ulat simbol keserakahan,…dan ada jg jiwa2 yg tenang ,mereka yang ikhlas dalam berbuat baik, pasrah menerima keadaan ..hingga apapun keadaanya mereka bersyukur, subhanallah ..itulah syurga, (tapi utuk mencapaimaqom iniamatlah susah)>>> syaikh siti jenar berpendapat bahwa ..disinilah alam kematian, dimana ruh sebagai pancaran Allah, terkurung dalam jasad wadah ..yg menutup kita dari mengenal sebenar2 nya diri yaitu ruhani, ruh adalah pancaran cahaya Allah,itulah kenapa iblis dan malaikat2 disuruh tunduk pada adam,karena dalam diri adam tertanamlah RUh ..pancaran dari dzat dan sifat Allah, pun manusia keturunanya..dalam 4 bulan kehamilan ditiuka ruh, dan ruh selalu mengajak pada kebaikan, dan dia tetap suci, dan dia bersemayam di dalam jiwa..tapi sayang jiwa kita kadang dipenuhi nafsu2 dan keinginan2 hingga menutup ruhani itu.hingga apa2 yang dilakukan jasad adalah dari pemikiran,akal,nafsu,bukan dari hati…
    insya allah bila jiwa kita telah mengenal ruh kita insya allah memandang mahluk tuhan kita akan berkasih sayang…dan itulah islam, asmaul husna .99 nama nabi ..dimanifestasikan seperti ..maqomnya nabi isa ..penuh kasih sayang…dan penyempurnanya adalah nabi muhammad ..hakekatnya..ikuti sunnahnya bukan jasad semata tapi ruhani nya ..(hakekat ) nya Muhammad, sebagai satu mata tasbih yang terlepas..yang akan menjadi sempurna, syafaat ..bukanlah dicari ..tapi jadikan dirimu seperti Muhammad..



Sabtu, 26 Desember 2009

http://fertobhades.wordpress.com/2006/07/23/atheisme-yang-tidak-bertuhan/
http://www.karismatikkatolik.org/
http://beta.thehindu.com/
http://www.endonesia.com/mod.php?mod=katalog&op=viewlink&cid=4
http://www.kristenonline.com/kristen/index.htm

islam

Islam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Islam
Allah-eser-green.png
Rukun Islam
Syahadat · Shalat · Puasa
Zakat · Haji
Rukun Iman
Allah · Al-Qur'an · Malaikat
Nabi · Hari Akhir
Qada & Qadar
Tokoh Islam
Muhammad SAW
Nabi & Rasul · Sahabat
Ahlul Bait
Kota Suci
Mekkah ·Madinah · Yerusalem
Najaf · Karbala · Kufah
Kazimain · Mashhad ·Istanbul
Hari Raya
Hijrah · Idul Fitri · Idul Adha
· Asyura · Ghadir Khum
Arsitektur
Masjid ·Menara ·Mihrab
Ka'bah · Arsitektur Islam
Jabatan Fungsional
Khalifah ·Ulama ·Muadzin
Imam·Mullah·Ayatullah · Mufti
Teks & Hukum
Al-Qur'an ·Hadist · Sunnah
Fiqih · Fatwa · Syariat
Manhaj
Salafush Shalih
Mazhab
Sunni
Hanafi ·Hambali
Maliki ·Syafi'i
Syi'ah
Dua Belas Imam
Ismailiyah·Zaidiyah
Lain-lain
Ibadi · Khawarij
Murji'ah·Mu'taziliyah
Lihat Pula
Portal Islam
Indeks mengenai Islam
Islam (Arab: al-islām, الإسلام Bunyi dengarkan: "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia [1][2], menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Daftar isi

[sembunyikan]

Aspek kebahasaan

Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tatabahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk." Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam..."[7] Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai "agama"): "...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."[8] Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.[9]
Secara etimologis kata Islam diturunkan dari akar kata yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata 'Muslim' (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah" dalam bahasa Indonesia.

Kepercayaan

Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur'an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.[10] Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.[11]
Umat Islam juga meyakini al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur'an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur'an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur'an (Zabur, Taurat, Injil, dan suhuf atau lembaran Ibrahim) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya [12]. Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur'an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur'an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Profil Muslim di Indonesia
Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang muslim.[13][14] Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[15] 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.[16]

Lima Rukun Islam

Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya digalakkan untuk memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas.[17] Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam (syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan. Tradisi ini meliputi segalanya dari hal praktikal seperti kehalalan, perbankan, jihad dan zakat.[18]
Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:
  1. Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Allah.
  2. Mendirikan shalat wajib lima kali sehari.
  3. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
  4. Membayar zakat.
  5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.

Enam Rukun Iman

Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:
  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur, suhuf Ibrahim)
  4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
  5. Iman kepada hari kiamat
  6. Iman kepada qada dan qadar

Doktrin Islam

Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebahagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[19] 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, adalah negara Muslim terbesar berdasarkan populasinya.[20]
Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia, Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi'ah adalah Iran dan Irak. Doktrin antara Sunni dan Syi'ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Muhammad). Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi'ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.

Allah

Konsep Islam teologikal fundamental ialah tauhid-kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan. Istilah Arab untuk Tuhan ialah Allāh; kebanyakan ilmuwan[rujukan?] percaya kata Allah didapat dari penyingkatan dari kata al- (si) dan ʾilāh ' (dewa, bentuk maskulin), bermaksud "Tuhan" (al-ilāh '), tetapi yang lain menjejakkan asal usulnya dari Arami Alāhā.[21] Kata Allah juga adalah kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ho theos dari Perjanjian Baru dan Septuaginta. Yang pertama dari Lima Rukun Islam, tauhid dituangkan dalam syahadat (pengakuan), yaitu bersaksi:
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah
Konsep tauhid ini dituangkan dengan jelas dan sederhana pada Surah Al-Ikhlas yang terjemahannya adalah:
  1. Katakanlah: "Dia-lah Allah (Tuhan), Yang Maha Esa,
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
  3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
  4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Nama "Allah" tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam al-Qur'an dikatakan:
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat". (Asy-Syu'ara' [42]:11)
Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui al-Quran :
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku". (Ta Ha [20]:14)
Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politeisme.
Mengutip al-Qur'an, An-Nisa' [4]:71:
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :"Tuhan itu tiga", berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara".
Dalam Islam, visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dapat dibenarkan, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (Asy-Syu'ara' [42]:11). Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama/gelar/julukan Tuhan (asma'ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada al-Qur'an.

Al-Qur'an

Al-Fatihah merupakan surah pertama dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab suci ummat Islam yang diwahyukan Allah kepada Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Secara harfiah Qur'an berarti bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, ummat Islam merujuk Al-Qur'an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di dalamnya, bukan pada bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an disampaikan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 M. Walau Al-Qur'an lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian menghapalkan dan menulis isi Al Qur'an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati bahwa versi Al-Qur'an yang ada saat ini, pertama kali dikompilasi pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 M. Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.[22]
Al-Qur'an memiliki 114 surah , dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung).[23] Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al-Qur'an, mereka yang menghafal keseluruhan Al-Qur'an dikenal sebagai hafiz (jamak:huffaz). Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al-Qur'an diseluruh dunia. Di Indonesia ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an yaitu lomba membaca Al-Qur'an dengan tartil atau baik dan benar. Yang membacakan disebut Qari (pria) atau Qariah (wanita).
Muslim juga percaya bahwa Al-Qur'an hanya berbahasa Arab. Hasil terjemahan dari Al-Qur'an ke berbagai bahasa tidak merupakan Al-Qur'an itu sendiri. Oleh karena itu terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar terhadap Al-Qur'an ataupun hasil usaha mencari makna Al-Qur'an, tetapi bukan Al-Qur'an itu sendiri.

Nabi Muhammad

Muhammad (570-632) adalah nabi terakhir dalam ajaran Islam dimana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang muslim (lihat syahadat). Dalam Islam Muhammad tidak diposisikan sebagai seorang pembawa ajaran baru, melainkan merupakan penutup dari rangkaian nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya.
Terlepas dari tingginya statusnya sebagai seorang Nabi, Muhammad dalam pandangan Islam adalah seorang manusia biasa. Namun setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupannya dipercayai merupakan bentuk ideal dari seorang muslim. Oleh karena itu dalam Islam dikenal istilah hadits yakni kumpulan perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan Muhammad. Hadits adalah teks utama (sumber hukum) kedua Islam setelah Al Qur'an.

Sejarah

Masa sebelum kedatangan Islam

Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikan satu antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di timur. Kebanyakan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama Kristen dan Yahudi. Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga Zamzam, dan yang terpenting adalah Ka'bah. Masyarakat ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian lain bodoh. Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran moral. Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi. Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.

Masa awal

Negara-negara dengan populasi Muslim mencapai 10% (hijau dengan dominan sunni, merah dengan dominan syi'ah) (Sumber - CIA World Factbook, 2004).
Islam bermula pada tahun 611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi.
Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (571 masehi). Ia dilahirkan ditengah-tengah suku Quraish pada zaman jahiliyah, dalam kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah berhala. Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya Abdullah wafat ketika ia masih berada di dalam kandungan. Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia. Sepeninggalan ibunya, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh pamannya yaitu Abu Talib. Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda bernama Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.
Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya. Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, akhirnya ajaran Islam kemudian juga disampaikan secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.
Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah, dan semenjak peristiwa itulah dasar permulaan perhitungan kalender Islam. Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga semakin kuatlah umat Islam. Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan. Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.
Keunggulan diplomasi nabi Muhammad SAW pada saat perjanjian Hudaibiyah, menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan. Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjadi pertumpahan darah. Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.

Khalifah Rasyidin

Khalifah Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin memilki arti pemimpin yang baik diawali dengan kepemimpinan Abu Bakar, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. Pada masa ini umat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi. Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan umat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad. Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke Syam, Mesir, dan Irak. Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh umat Islam.

Masa kekhalifahan selanjutnya

Setelah periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berganti dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang juga disebut "khalifah", atau terkadang "amirul mukminin", "sultan", dan sebagainya. Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan umat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab: bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan kerajaan; misalnya kekhalifahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, hingga Bani Utsmaniyyah.
Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam telah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu. Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab di berbagai wilayah dunia Islam telah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung. Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya pada zaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.
Luasnya wilayah penyebaran agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk "kesultanan"; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia. Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.
Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas Perang Dunia I. Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V. Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda Turki yang di pimpin oleh mustafa kemal pasha atau kemal attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.

Demografi

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.
Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. [1]. Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim [2]. Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat. [3]

Tempat ibadah

Rumah ibadat umat Muslim disebut masjid atau mesjid. Ibadah yang biasa dilakukan di Masjid antara lain shalat berjama'ah, ceramah agama, perayaan hari besar, diskusi agama, belajar mengaji (membaca Al-Qur'an) dan lain sebagainya.

Lihat pula

Topik Islam
Akidah Haji | Puasa | Syahadat | Shalat | Zakat | Tauhid
Tokoh Islam Muhammad | Nabi-nabi | Ahlul Bait | Sahabat
Teks dan peraturan Al Qur'an | Fiqih | Hadist | Kalam | Sirah | Syari'ah
Aliran Sunni: Hanafi, Hambali, Maliki, Syafi'i | Syi'ah: Dua Belas Imam, Ismailiyah, Zaidiyah | Lain-lain: Ibadi, Khawarij, Murji'ah, Mu'taziliyah
Gerakan Islam Hizbut Tahrir | Ikhwanul Muslimin | Sufisme | Wahhabi | Salafiyah
Negara Islam di Afrika: Aljazair, Chad, Djibouti, Guinea, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Mesir, Nigeria, Sahara, Somalia, Senegal, Sudan, Tunisia | di Asia: Afganistan, Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Indonesia, Irak, Iran, Kirgizstan, Kuwait, Malaysia, Maladewa, Lebanon, Oman, Pakistan, Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Uni Emirat Arab | di Eropa: Albania, Bosnia-Herzegovina, Kosovo, Turki
Lainnya Indeks artikel tentang Islam

Catatan kaki

  1. ^ Islam Basics: About Islam and American Muslim, Council on American-Islamic Relations (CAIR), Copyright © 2007.
  2. ^ Religions & Ethics: Islam at a glance, BBC - homepage, © MMVII.
  3. ^ Major Religions of the World—Ranked by Number of Adherents. (HTML) Diakses pada 3 Juli 2007
  4. ^ USC-MSA Compendium of Muslim Texts
  5. ^ L. Gardet; J. Jomier "Islam". Encyclopaedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02. 
  6. ^ Lane's lexicon. Diakses pada 3 Juli 2007
  7. ^ Al-Qur'an 6:125, Al-Qur'an 61:7, Al-Qur'an 39:22
  8. ^ Al-Qur'an 5:3, Al-Qur'an 3:19, Al-Qur'an 3:83
  9. ^ Lihat:
  10. ^ Lihat:
  11. ^ Lihat:
    • Accad (2003): According to Ibn Taymiya, although only some Muslims accept the textual veracity of the entire Bible, most Muslims will grant the veracity of most of it.
    • Esposito (1998), pp.6,12
    • Esposito (2002b), pp.4–5
    • F. E. Peters (2003), p.9
    • F. Buhl; A. T. Welch "Muhammad". Encyclopedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02. 
    • Hava Lazarus-Yafeh "Tahrif". Encyclopedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02. 
  12. ^ Lihat:
  13. ^ Lihat:
  14. ^ Surah Yunus 10:72 "...dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Muslim)."
  15. ^ Lihat:
    • Esposito (2002b), p.21
    • Esposito (2004), pp.2,43
  16. ^ Lihat Demografi Islam
  17. ^ Esposito (2002b), p.17
  18. ^ Lihat:
    • Esposito (2002b), pp.111,112,118
    • "Shari'ah". Encyclopaedia Britannica Online. Retrieved on 2007-05-02. 
  19. ^ Lihat:
    • Esposito (2002b), p.21
    • Esposito (2004), pp.2,43
  20. ^ Lihat [[Demografi Islam|]]
  21. ^ Lihat:
    • "Islam and Christianity", Encyclopedia of Christianity (2001): Arabic-speaking Christians and Jews also refer to God as Allāh.
    • L. Gardet "Allah". Encyclopaedia of Islam Online. Retrieved on 2007-05-02. 
  22. ^ Al-Qaththan, Syaikh Manna' Khalil. Mahabits fi 'Ulum Al-Qur'an (Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an), Pustaka Al-Kautsar, 2006, Jakarta.
  23. ^ Nasr, Seyyed Hossein (2007). "Qur’an". Encyclopedia Britannica Online. Retrieved on 2007-11-4. 

Daftar pustaka

Buku dan jurnal

Ensiklopedia

  • Berkshire Encyclopedia of World History. (2005). Ed. William H. McNeill, Jerry H. Bentley, David Christian. Berkshire Publishing Group. ISBN 978-0-9743091-0-1. 
  • Catholic Encyclopedia. (1910). Ed. Gabriel Oussani. 
  • The Columbia Encyclopedia (6th). (2000). Ed. Paul Lagasse, Lora Goldman, Archie Hobson, Susan R. Norton. Gale Group. ISBN 978-1-59339-236-9. 
  • Encyclopaedia Britannica Online. Encyclopaedia Britannica, Inc.. 
  • Encyclopedia of Christianity (1st). (2001). Ed. Erwin Fahlbusch, William Geoffrey Bromiley. Eerdmans Publishing Company, and Brill. ISBN 0-8028-2414-5. 
  • Encyclopedia of Christianity (1st). (2005). Ed. John Bowden. Oxford University Press. ISBN 0-19-522393-4. 
  • Encyclopedia of the Future. (1995). Ed. George Thomas Kurian, Graham T. T. Molitor. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-897205-3. 
  • Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers. ISSN 1573-3912. 
  • Encyclopedia of Islam and the Muslim World. (2003). Ed. Richard C. Martin, Said Amir Arjomand, Marcia Hermansen, Abdulkader Tayob, Rochelle Davis, John Obert Voll. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-865603-8. 
  • Encyclopaedia of the Qur'an Online. Ed. Jane Dammen McAuliffe. Brill Academic Publishers. 
  • Encyclopedia of Religion (2nd). (2005). Ed. Lindsay Jones. MacMillan Reference Books. ISBN 978-0-02-865733-2. 
  • Encyclopedia of Religious Rites, Rituals, and Festivals (1st). (2004). Ed. Salamone Frank. Routledge. ISBN 978-0-415-94180-8. 
  • The Encyclopedia of World History Online (6th). (2000). Ed. Peter N. Stearns. Bartleby. 
  • Medieval Islamic Civilization: An Encyclopedia. (2005). Ed. Josef W. Meri. Routledge. ISBN 0-415-96690-6. 
  • Merriam-Webster's Encyclopedia of World Religions. (1999). Ed. Wendy Doniger. Merriam-Webster. ISBN 0-87779-044-2. 
  • New Encyclopedia of Islam: A Revised Edition of the Concise Encyclopedia of Islam. (2003). Ed. Glasse Cyril. AltaMira Press. ISSN 978-0759101906. 
  • Routledge Encyclopedia of Philosophy (1st). (1998). Ed. Edward Craig. Routledge. ISBN 978-0-415-07310-3. 

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Commons-logo.svg
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Wikibooks
Wikibooks memiliki buku bertajuk