Siapakah yang akan masuk Surga?
Menyambung apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim?
Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?
Kita sudah melihat dibahasan sebelumnya bahwa terdapat dua pendapat kelompok ekstrim menanggapi permasalahan ini, kelompok pertama adalah dari orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :
“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu, apakah dia itu adalah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes dan lain-lain.
Pendapat kedua muncul dari mereka-mereka yang menyebut dirinya kaum intelektual, yakni dari para pemikir kebebasan dan kemanusiaan. Mereka mengutip apa yang dikatakan Al-quran pada surat 5 ayat 69 :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Melihat dua pendapat dengan masing-masing dalil yang mereka kemukakan tersebut, maka bagaimanakah kiranya nasib orang-orang yang telah berbuat banyak untuk tujuan kemanusiaan tersebut?
Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes akan masuk surga atau neraka.
Yang kita bisa tahu adalah apa yang kita lihat dari perbuatan mereka, menurut yang kita lihat dan kita saksikan bahwa mereka sudah berbuat baik dan berbuat banyak untuk kemanusian, mereka telah beramal dan menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan umat manusia. Tetapi mengenai kepastian mutlak apakah mereka akan masuk surga atau masuk neraka, maka yang tahu kepastian tersebut hanyalah Allah semata.
Hanya Allah yang mengetahui niat semua manusia, hanya Allah lah yang tahu semua rahasia dan yang lebih rahasia dari rahasia. Hanya Allah yang tahu apa niat dan motivasi seseorang ketika melakukan perbuat baik dan semua amal-amal yang mereka lakukan.
Dimasa sekarang kita sering sok menghakimi seseorang, bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Apakah kita memang punya hak dan mampu untuk melihat isi hati seseorang? Apakah kita bisa dan mampu untuk mengetahui niat seseorang?
Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak berani sembarangan untuk mengatakan bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Nabi sendiri tidak berani menjamin dirinya sendiri akan masuk surga sebagaimana yang di tulis di al-quran surat 46 ayat 9 :
“Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Dengan demikian, maka semakin teranglah bagi kita bahwa semua perbuatan baik akan dicatat dan dibalas oleh Allah, dan semua perbuatan baik itu tidak serta merta menempatkan seseorang kedalam surga atau neraka. Semua perbuatan baik itu akan disensor secara khusus oleh Allah dari niat mereka. Dan hasil ‘sensor’ dari niat manusia tersebut hanya Allah yang tahu hasilnya, apakah yang bersangkutan akan dimasukkan kesurga atau ke neraka.
Nah menurut Nabi isa orang semacam ini seperti sebuah pohon yang tumbuh subur di sebuah tanah yang gersang.
Pada akhirnya, sang pemilik pohon tersebut (Allah) akan memindahkannya ke tempat yang lebih layak untuknya, yaitu surga.
Jika ini dijadikan patokan, maka setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan selalu dihargai dengan layak, tidak jadi soal apa agama atau kepercayaan yang mereka anut.
Toh sekarang dengan terjadinya banyak distorsi di dalam ajaran agama, membuat orang-orang yang sebetulnya memiliki kebaikan alamiah menjadi terhalang untuk menganut agama tersebut (islam misalnya). jadi penolakan terhadap sebuah agama tidak lagi menjadi sebuah acuan yang pasti mengingat sekarang telah terjadi banyak distorsi dan membuat ajaran agama menjadi terlihat sangat tidak manusiawi.
Lain halnya kalau kita hidup di zaman nabi dan langsung menerima da’wah dari Beliau. Menerima seruannya itu artinya surga, dan menolaknya itu artinya neraka.
Tapi kalau yang menyampaikan da’wah isl;amnya model orang macem si Noordin M. Toop, siapa sih yang mau masuk islam ?
Perlu diingat juga bahwa bagi umat Islam ada satu dosa yang tidak terampuni yaitu syirik atau menyekutukan Allah Swt yang hukumannya adalah neraka. Ada hal-hal yang dianggap baik oleh manusia tapi tidak di hadapan Allah Swt, dan sebaliknya.
Siapa yang layak masuk surga tentunya mereka yang dikasihi oleh Allah Swt, yaitu mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, Qadha dan Qadar, hari Akhir, dan beramal sholeh serta kebajikan selama hidup didunia.
apabila seseorang beribadah dan semakin dekat dengan Allah seharusnya dia harus menyadari betapa berdosanya aku dan betapa suci serta kudusnya Allah; bukan sebaliknya kita merasa semakin paling benar, suci, kudus, mulia, tdk najis, dsb.
Pengalaman ini menggiring dia pada satu kesadaran bahwa Aku Manusia celaka…!!Tidak ada cara apapun yang dapat menyelamatkan aku dari hukuman dosa, ingat kita semua manusia sudah di vonis mati!!usaha apapun yang kita lakukan adalah sia2..dosa sdh begitu melekat dlm hidup kita bahkan sdh menjadi sahabat.
“apa yang tidak ingin kulakukan justru itu yang dilakukan;ada “pribadi lain” lain yg mendorong dari dalam diri kita tuk berkeinginan melakukan dosa. misalkan ada tulisan peringatan jangan dibuka sangat rahasia, tp kita dirangsang menjadi ingin membukanya (meskipun tidak membukanya kita sudah berdosa karena keinginan itu sudah muncul dalam pikiran, sama halnya dengan bezinah meskipun tidak melakukannya tp sudah menginginya dalam pikiran bukannya itu dosa). tidak ada jalan tuk menuju keselamatan, jika anda tahu jalan keselamtanhya (bukan mudah2an ya tp suatu kepastian) silahkan tunjukkan dan jelaskan, berikan argumen yg akurat lalu email ke surgamalaikat@yahoo.com.
LALU PERTANYAAN KITA YANG PALING DITUNGGU-TUNGGU, LALU BAGAIMANA MANUSIA DAPAT MENYELAMTKAN DIRINYA DARI JERAT DOSA BESERTA HUKUMANNYA?
jika tertarik mendengar jawabannya silahkan email ke saya atau posting saja di sini, thx (thx juga bagi pemilik web ini dan diskusinya)
mengutip ayat yg berbunyi “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Perlu di garis bawahi kenapa orang mukmin dilibatkan pada ayat di atas,?
itu karena banyak orang mukmin tp belum tentu dirinya soleh dan banyak orang mukmin yg melenceng ajarannya…dan tak sedikit hanya ktp saja…
mukmin = percaya pada 6 rukun iman
soleh = yang taat kepada perintah Alloh dan rosulnya
di dalam Al qur’an setiap Alloh menjanjikan sesuatu Alloh menekankan kata “mukmin” selalu diikuti dengan “yang beramal soleh” anda bisa cek dalam al qur’an!!! ini membuktikan bahwa ada sebagian orang mukmin yang tidak beramal soleh.
dan untuk ayat :
“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”
BETUL ….karena perbuatan sebaik apapun jika dia bukan orang muslim, kata Alloh dalam ALQur’an akan fatamorgana.
Dan mungkin Alloh akan membalas perbuatan baiknya di dunia.karena Alloh tidak akan merugikan makhluknya.
hanya sekedar saran :
pelajarilah al qur’an secara keseluruhan…!
InSYA Alloh bermanfaat untuk semuanya…
tak ada kata terlambat selama nafas mesih bersemayam di tubuh…
Sehingga jawaban yang berimbang (mungkin):
Apakah semua manusia akan masuk surga atau neraka ?
Jawabannya…memang hanya Tuhan / Allah yang tahu…karena hak prerogratif Tuhan.
Namun apakah kita tidak diberitahu ciri-ciri orang yang masuk surga / neraka ?
Jelas…Tuhan telah memberitahu kita…
Namun jika masalahnya adalah (misal)…
mengapa Abu Tholib( paman Nabi Muhammad SAW ), dinyatakan Allah tidak masuk surga ?
atau misal…Mengapa bunda Teresa tidak masuk islam ?
Tentu jawabannya ada pada beliau masing-masing.
Namun yang jelas, jika (misal) kita beragama Islam…tentu Allah sudah menjalaskan panjang lebar melalui Al Quran…dan rasulullah sudah menjelaskan panjang lebar melalui Hadits dan Assunah ( perkataan, perbuatan beliau yang tentu dibimbing Allah ).
Tinggal pertanyaannya adalah….
Maukah kita mempelajari Al Quran dengan hati yang bersih ( tanpa prasangka negatif pada Allah ).
Maukah kita mempelajari Hadits/Assunah dengan hati yang bersih (tanpa prasangka negatif pada Rasulullah Muhammad SAW )
Atau minimal dengan objektif mempertimbangkan berbagai keterangan,detail dan fakta ?
Baca juga : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh. maka bagi mereka Surga tempat kediamannya, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S. As Sajadah (32) ayat 19).
dll. banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengabarkan. (lain hal kalo tidak meyakini Al-Qur’an).
agama itu lebih dari skedar status..Allah itu dekat dengan orang yang mendengarkanNYA, memuliakanNYA lebih dari sekedar ritual belaka..
lakukan bagianmu lewat tindakan lebih dari sekedar ngejudge perihal kepantasan akan masuk surga, maka DIA yang kau anggap dan percayai ALLAH akan melakukan bagiannya sebagai ALLAH atasmu..
Yang Tuhan/Allah inginkan adalah hanya Menyembah, memuji dan Menjalankan Perintah-Nya sesuai dengan 10 perintah Allah yang diterima oleh nabi Musa di gunung Sinai sehingga umat manusia bisa selamat dari dosa dan Masuk surga. Bukan karena agama A,B atau C.
ada 2 kata yang membuat kita berdebat panjang.. surga dan neraka
sebetulnya ada ngga ya..?? kalo ada dimana dan bagaimana
semua orang beragama mengklaim dirinya yang pantas masuk surga dan yang lain pantas masuk neraka….
padahal mereka hanya pengikut dari apa yang dikatakan orang2 yang hidup lebih dulu dari kita…..yang mereka sebut nabi dll.
kalo kita mau berfikir….semua yang diucapkan dan dilakukan para pendahulu itu yang kemudian dibukukan dan disucikan oleh penganutnya…..benang merahnya adalah KEBAIKAN …..
Kembali ke Surga dan Neraka…..
Apa betul Surga itu buat tempatnya orang yang benar mengikuti ajaran agamanay sedangkan Neraka itu tempatnya orang yang tidak ngikuti ajaran agama ?….semua masih katanya…….??!!!Bagaimana kalo ternyata sebaliknya ??? trus mau kemana kita ???
Kalo saya sih ….pilih mengambil arah benang merahnya saja ..KEBAIKAN…. .Nah apasih Kebaikan itu…??
Buat saya Kebaikan adalah semua ucapan,tingkah laku perbuatan yang hasilnya bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri……..
Soal mau masuk Neraka apa masuk Surga sudah ada yang ngurusin ngga perlu dipikirin……
Buat saya Nabi2 adalah motivator dan Kitab2nya adalah Ensilopedik
dan Badan saya adalah Mesjid,Gereja,Pura,Kelenteng, saya untuk mengekpresikan jiwa kepada TUHAN ,ALLAH seru sekalian alam
salah satu hikmat Islam adalah bahwa islam menjaga kemurnian akal. Islam menjaga agar status manusia yang disandang seseorang tetap utuh. oleh karenanya Islam melarang keras wedang galak/miras. dan sejenisnya dari bangsa candu.
saya disini tidak akan panjang lebar cerita kebaikan Islam. saya masih bodoh dlm berislam.
saya ingin bertanya, apakah agama termasuk dalam ranah pembahasan ilmu Logika ? bagi saya, tidak. jika kita ingin memasukkan agama dalam ranah logika, hal ini akan menghantar kita pada melogika-kan tuhan. itu tidak mungkin. jika tuhan dapat dilogikakan, ia bukan tuhan. sebab tidak mungkin manusia mencipta manusia, Kambing mencipta Kambing.
pada hakekatnya, kemampuan akal terbatas. kita tidak perlu overreacting atas apa yang dapat dicapai akal selama ini. sebab bagi saya ada sesuatu yang berada satu derajat lebih tinggi dari akal. kebijaksanaan. yang tidak akan pernah ditumpangi oleh nafsu kapanpun juga.
ini adalagi ayat yang lain yg berkaitan dengan kebaikan orang kafir di dunia..kok g dimasukkan jg di artikel atas? apa anda menginginkan umat ini tersesat?
Allah Ta’ala dalam surat al-furqan ayat 23, menegaskan dgn firmannya, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”
Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . ”
Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
hati2 dgn perkataan anda mas..sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan perkataan kita semua akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat. Wallahul musta’an.
Satu ayat bisa ditafsirkan sampai banyak arti dan makna…..
Namanya juga tafsir ….berarti kata orang lain yang diartikan dan subyektifitas orang yang menafsirkan akan masuk didlmnya…….
sehingga kalo diperdebatkan …entah kapan selesainya …yang pasti setelah ..almarhum ,baru tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Kalo memang hanya orang muslim/islam saja yang bisa masuk surga …atau apapun itu namanya …mungkin saya termasuk yang tidak masuk kedalamnya….
Karena saya termasuk yang mbalelo ….tidak mau diseragamkan cara berfikirnya dengan yang lain…..itulah pilihan saya…
karena saya akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuata,tingkah laku kepada Allah ,Tuhan serusekalian alam….
dan tidak akam menyalahkan orang lain ……Buat saya Agama adalah ajaran yang dicontohkan oleh pendahulu kita ,bagaimana menemukan jalan Tuhan …dari mulai Musa dengan 10 perintah Tuhan, Isa dengan Cinta dan Kasih …dan Muhammad dengan laku/amal Sholeh ….
Sebagai contoh…dari rukun islam ke 2 saya baru belajar wudhu…
membersihkan hadasj halus dari semua laku mulut,hidung,mata,telinga,kaki dan tangan serta pikiran dan hati….
islam yg tdk saleh, nasrani yg tdk saleh, yahudi tg tdk saleh, shabii yg tdk saleh,semua yg melawan keesaan dan keberadaan Tuhan mereka itulah org2 kafir.
bedanya kalau yg saleh itu selain Islam, di Alquran jelas, “….dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Tdk ada jaminan bahagia di Akherat bagi yg menerima agama selain Islam.
1. Sifat-sifat ketuhanan TUHAN dapat dijangkau dengan logika, tetapi dzat (fisik) TUHAN tidak bisa.
2. Ajaran TUHAN dari dulu sama saja tidak pernah berubah.
3. Surga dan Neraka itu ada.
Ini merupakan pernyataan dasyat dari orang yang menyebut dirinya hamba Allah.
Saya yakin,Allah Sendiri yang berhak memilih hambanya, yang berkenan kepadanya.
Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa , Ya , saya adalah hamba Allah
yang benar atau yang paling benar.
Orang orang seperti ini mampu memciptakan kaliamt kalimat dasyat seperti kalimat kalimat yang diatas yang ditulis oleh seorang yang menganngap dirinya hamba Allah .
,menganggap dirinya paling benar dan mempersetankan semua kepercayaan orang.Mengkafirkan setiap orang yang menurutnya tidak memiliki iman
sekuat dirinya.
Orang orang seperti ini mengutip ayat ayat
yang saya yakin dia hanya mampu menghapalkannya.
Bagi saya sendiri , orang orang seperti , orang dengan name id ‘hamba Allah, tak lebih dari sekedar orang tolol saja. Banyak sekali
Orang seperti ini didunia, dan mereka mereka ini sama sekali tak ada harganya sebab jumlahnya begitu banyak.
menurut saya , Kau dengan id hamba Allah , sesungguhnya dirimulah natinya
yang diminta pertagungjawaban oleh Allah .
tapi karena diajak berpikir dg logika yg tidak sempurna dan dengan keterbatasan otak ini maka saya pikir perbuatan baik yg akan diterima dan dibalas adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA.. karena biasanya kalau kita kirim surat pada si A yg balas juga si A.. kalau alamat penerima gak jelas ya suratnya tdk akan pernah sampai di tujuan..
nah.. kalau perbuatan baik tak pernah tercatat ditambah tidak melakukan perintah NYA ditambah dosa sedikit, kira2 dimana posisi yg pantas untuk orang yg demikian?
berikut saya punya teka-teki: ada berbagai jenis ternak berkaki empat merumput di lapangan. kerbau, sapi dan kambing normal adalah ternak berkaki empat. ketika yg punya ternak ingin memasukkan kerbau kedalam kandang, apakah kambing juga akan diikutkan karena dia juga berkaki empat?
saya kira orang ini berkata benar sekali, jangan mengutip dan melihat hanya setengah2, dan hanya mengambil satu ayat lalu diperbandingkan. Harus dilihat dengan ayat2 lainnya. Penulis disini mengedepankan orang sholih kaku dengan penamaan dan pembahasaan yang sangat berpihak, dan memberitahu bahwa si orang sholih kaku tersebut hanya mengambil kesimpulannya dari satu ayat. Saya kira itu gegabah sekali, dan saudara kita, si hamba Allah yang mana sayapun hanyalah mahluk ciptaan dan hamba Allah, bahkan sayapun tidak memiliki tubuh saya sendiri bagaimana saya memiliki kebanggaan? segala sesuatunya dari Allah. Balik lagi saudara kita si hamba Allah justru melengkapi dengan ayat2 yang lain untuk melengkapi sudut pandang Quran dan menjelaskan mengapa orang yang mempersekutukan Allah adalah neraka hukumnya jika dia tidak bertaubat dan kembali pada jalan yang lurus. Apa arti mempersekutukan Allah disini? mulai dari bersaksi bahwa Allah itu punya anak, terdapat lebih dari satu dan sebagainya yang definisi lengkap tentang itu ada dalam surat Al-Ikhlas, siapa yang menyalahkan definisi itu maka dapat dikategorikan bahwa dia mensekutukan Allah. JIka dia bilang Allah diperanakkan, yang artinya Allah itu tidak primacausa yang non causa, atau tidak Yang Maha Awal, melainkan diadakan dan dilahirkan, atau Allah itu beranak tuhan, dll, itu termasuk dalam kategori syirik dan dosa yang tidak terampuni.
Banyak ayat2 dan nash2 yang menjelaskan tentang itu, kalau kita berbicara tentang sudut pandang Islam, maka kita akan berbicara tentang Al-Quran dan As Sunnah,mengutip itu jangan diartikan sok suci atau sok paling benar, itu intimidatif dan tidak adil. Namanya diskusi harus sesuai diskursif, kalau diskusi tentang pandangan Islam tentu kita harus merujuk pada nilai-nilai dan hukum Islam itu sendiri yaitu Quran, sikap seperti ini justru sikap yang tidak merasa dirinya paling benar. Berbeda dengan sikap yang memikirkan apa yang menurut dia benar, lalu dikemukakan dan dipahami sebagai landasan Islam, justru ini pas dengan definisi merasa paling benar, merasa pikirannya sebagai pusat moral dan nilai benar dan salah. Justru saudara kita ini telah menundukkan kepalanya dihadapan kebenaran dan bersifat rendah hati.
Satu lagi, dalam konteks Quran, penggambaran agama Nuh as, Ibrahim as, Isa as, sejak awal adalah Islam, begitupun juga Musa as. Merekapun selalu digambarkan mengucapkan Tuhan dengan nama Allah, bukan dengan kata bapak atau Yhwe, tapi dengan Allah. Isa as begitu, Musa as begitu, Nuh as begitu. Jadi pandangan Islam tentang hadirnya Rasul (utusan Allah) adalah ketika agama yang sebelumnya telah dilencengkan, seperti kehadiran Nuh as sebagai Rasul pertama untuk meluruskan ke Tauhidan yang telah diberikan Nabi Sith dan Idris dari Nabi Adam as. Kemunculan Musa as untuk meluruskan apa yang telah melenceng dari ajaran Nabi Nuh as dan menyempurnakannya, begitupun Nabi Isa as dan akhirnya Nabi Muhammad saw. Ketika setiap Nabi turun, meluruskan ajaran dan menyempurnakannya, maka setiap orang2 mukmin dan muslim (the submissive) akan melihat kebenaran dan mengikutinya, mereka yang celaka menolak dan membangkang dan amalan mereka sia2. Nabi Muhammad saw turun sebagai penyempurna penetap bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh mereka ketika itu haram dan sebaliknya, dan membawa ajaran ini bukan dalam konteks kaum, bukan hanya untuk orang Yahudi, orang HIndus orang Nazareth dan Israeli tapi sebagai Agama penyempurna untuk seluruh ummat manusia dan Jin. Jadi ini adalah tali rantai yang terkait dan muara yang terakhir.
Kaitan dengan para Nasrani dan Yahudi yang masuk surga itu, bisa dibilang kaitan dengan kaum2 pendahulu mereka. Ketika kitab mereka tidak terkena distorsi dan pemalsuan, dan ajaran mereka dicampur2 dengan ajaran pagan dan filsafat stoisme dll.
Tapi sisanya hanya Allah saja yang tau, dan betul sekali, seluruh organ tubuh kita jadi saksi dan diminta pertanggung jawaban. Jadi dalam hal yang besar seperti ini, dalam mengambil statement, harus diperhatikan hujjahnya (landasan, refrensi) harus hati2 dan teliti, jangan asal cepat menyimpulkan yang justru akhirnya menimbulkan kesalah pahaman dan kesesatan dalam pemahaman beragama. Toh ini Agama yang jelas, bukan permainan asyik masyuk dialektika socrates ketika berdebat dipasar yang bisa dibentuk dan diarahkan sesuai selera dan nalar. INi agama yang jelas hukum dan nashnya, tidak sekedar logika kita yang tipis yang dibutuhkan tapi juga ilmu yang mendalam yang membuahkan pemahaman.
wallahualam
sekian, buat semua saudara/i ummat muslim, mari kita saling mendoakan. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.
Assalamualaikum
“Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mencintai kita, menkhusukkan salat kita dan menyempurnakan akhlak kita.”
amien…
Mngenai surga dan neraka, yg mnjd satu prtanyaanku adalah
Mengapa kita berbuat baik hny dgn tujuan ingin mndapatkan surga? Menurut sy surga itu hny gambaran nafsu kduniawian. Jk orang ingin mndptkan surga,sama saja ia serakah..btul nggak? krna di dlm surga, mnrut crita smuanya srba nikmat dan srba enak..jk orang prcya surga mka pandanganny msh brsifat keduniawian/fana. mngharapkan ssuatu yg nikmat!!
Yg jls,kt brbuat baik dan beramal bukan shrusny bukan utk mndptkan surga,akan ttapi kt brbuat baik krna allah (kodrat kt sbg ‘titahing gusti’ (makhluk allah),dan kt bramal shaleh krn kt cinta pd ssama.. .baik mnusia maupun makhluk2 ciptaan allah yg lainnya dgn cara yg IKHLAS.
Konteks Maha Pengasih bahwa Tuhan akan membalas dg ganjaran di Dunia berupa Kebahagiaan segala perbuatan baik (amal soleh) manusia di dunia, apapun agamanya.
Maha Penyayang, tentunya bagi mereka yg beramal soleh dan tdk mensekutukan Tuhan YME dan tdk menerima agama lain selain Islam…Syurga bagi mereka.
kita dihidupkan, di beri nikmat dan anugrah yg bnyak, maka dr itu kta hrus bersykur kapadaNya…. dgn mnjlankan perintahnya… diantaranya beribadah dan berbuat baik….
surga dan neraka itu adalh hasil dri perbuatan yg kita lakukan sbgai bntuk pertnggungjwbn kita kpdanya…
tuhan itu maha Adil, mmbrikan surga bgi yg patuh n neraka bg yang ingkar…
surga n neraka itu pilihan.. tuhan tlah mmbrikan potensi dsar dlm dri manusia, tergantung manusia itu sendiri yang mau kemana…
Dlm Alquran dikatakn” maka Dia mengilhamkan kpd jiwa sifat keburukan dan kebaikn, maka beruntunglah orang menyucikannya dan merugilah yg mengotorinya.wallahu a’lam
Salam Sejahtera
sebelumnya kita dinginkan hati dulu, karena kalau sudah pake nfasu ..pasti tidak akan bermanfaat, ..untuk menjawab semuanya kita mesti balik dulu pada .. sifat2 Tuhan, yaitu TUHAN ITU MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG ..dimana letak keadilan tuhan, kalau hanya salah satu golongan yg mengklaim yang paling benar dan berhak masuksyurga, ingatlah ..sabda rasul : semua manusia terlahir suci tanpa dosa dan orang tualah yang akan menajdikanya nasrani,yahudi,majsi,budha atau agama lainya, ..nah maaf kalau saya balikin pada diri kita yang notabene islam, ..kita yg terlahir seperti mereka, di vatikan mungkin,di tibet mungkin,atau di afrika mungkin…secara nalar saja.mungkinkah kita mengenal Islam,ajaran2nya..saya jamin .mereka tidak akan mengenalnya,meski hanya tau mungkin.jadi buat saya apapun agamamu,yakini saja, pasti ..satu tujuan,menyembah tuhan,atau Allah dalam islam, yahweh dalam yahudi ..bapa pada nasrani, budha , tuhan itu satu.
perihal syurga dan neraka, saya lebih cenderung belajar pada sufisme syaikh siti jenar, atau ilmu 2 tasawuf, para sufi menganggap bahwa syurga dan neraka adalah sesuatu yang kekal dan abadi , diciptakan ketika penciptaan manusia,yang artinya syurga dan neraka sudah mulai di dunia, perasaan benci,sakit hati, sedih , kehilangan itulah gambaran neraka …digambarakan bahwa syetan2 berbahagia di neraka membakar jiwa2 yang merasakan itu, ada yang terbakar ,sebagai simbol marah , nafsu,ada yang dgerogoti ulat simbol keserakahan,…dan ada jg jiwa2 yg tenang ,mereka yang ikhlas dalam berbuat baik, pasrah menerima keadaan ..hingga apapun keadaanya mereka bersyukur, subhanallah ..itulah syurga, (tapi utuk mencapaimaqom iniamatlah susah)>>> syaikh siti jenar berpendapat bahwa ..disinilah alam kematian, dimana ruh sebagai pancaran Allah, terkurung dalam jasad wadah ..yg menutup kita dari mengenal sebenar2 nya diri yaitu ruhani, ruh adalah pancaran cahaya Allah,itulah kenapa iblis dan malaikat2 disuruh tunduk pada adam,karena dalam diri adam tertanamlah RUh ..pancaran dari dzat dan sifat Allah, pun manusia keturunanya..dalam 4 bulan kehamilan ditiuka ruh, dan ruh selalu mengajak pada kebaikan, dan dia tetap suci, dan dia bersemayam di dalam jiwa..tapi sayang jiwa kita kadang dipenuhi nafsu2 dan keinginan2 hingga menutup ruhani itu.hingga apa2 yang dilakukan jasad adalah dari pemikiran,akal,nafsu,bukan dari hati…
insya allah bila jiwa kita telah mengenal ruh kita insya allah memandang mahluk tuhan kita akan berkasih sayang…dan itulah islam, asmaul husna .99 nama nabi ..dimanifestasikan seperti ..maqomnya nabi isa ..penuh kasih sayang…dan penyempurnanya adalah nabi muhammad ..hakekatnya..ikuti sunnahnya bukan jasad semata tapi ruhani nya ..(hakekat ) nya Muhammad, sebagai satu mata tasbih yang terlepas..yang akan menjadi sempurna, syafaat ..bukanlah dicari ..tapi jadikan dirimu seperti Muhammad..